lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Dalam upaya pengembangan karakter remaja di kalangan pelajar. Rumah Zakat Kalsel laksanakan seminar Anti Bullying yang bertempat di Aula Kayuh Baimbai, kantor Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin, Sabtu (28/9/24).
Representative Manager Rumah Zakat Kalsel, Muhammad Luthfi Alfin dalam sambutannya menyampaikan hal yang perlu di garis bawahi bahwa pentingnya dukungan masyarakat dalam menciptakan lingkungan bebas bullying.
“Mari bersama-sama kita berperan aktif dalam mengedukasi dan mendukung anak-anak kita,” ajaknya.
Alfin juga mengatakan bahwa Rumah Zakat tidak berfokus pada zakat, infaq, sadakah dan lainnya, namun juga dalam program yang di implementasikan peduli terhadap pendidikan.
“Dengan melihat fenomena yang terjadi akhir-akhir ini di Indonesia banyak kasus bullying di tingkat remaja, kami berinisiatif. Kami harus menjadi bagian dari komunitas/lembaga yang berperan penting agar kejdian seperti ini tidak terjadi di Kota Banjarmasin,” paparnya.
Pihaknya sempat mensurvei di 2023 ada 24 kasus perundungan di Kota Banjarmasin. Sehingga membuat pihaknya termotivasi untuk menggelar seminar tersebut.

“Pada kegiatan ini jumlah peserta yang terhimpun sebanyak 294 orang dari berbagai sekolah SMA/Sederjat serta guru pendamping,” pungkasnya.
Pada kegiatan ini pihaknya juga mengundang Walikota Banjarmasin, H. Ibnu Sina yang diwakili oleh Staf Ahli Pemerintahan Bidang Hukum dan Politik, Ir. Ahmad Fanani, perwakilan Kemeterian Agama Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Mahalli serta selaku narasumber yang juga merupakan praktisi Parenting dan Keluarga, Rimalia Karim.
Alfin berharap para pelajar yang hadir dalam kegiatan tersebut bisa menjadikan mereka sosok yang terdepan dalam hal stop bullying. Bukan menjadi korban atau pelaku perundungan.


