lenterakalimantan.com, RANTAU – Sekretaris Daerah Kabupaten Tapin, Dr. H. Sufiansyah, MAP, secara resmi membuka rapat koordinasi terkait intervensi spesifik dan sensitif, pengukuran, serta publikasi data stunting. Acara ini dihadiri oleh para pemangku kepentingan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tapin, bertempat di Hotel Tapin, pada Senin (11/11/2024).
Sekda Dr. H. Sufiansyah menyampaikan bahwa rapat koordinasi ini merupakan langkah persiapan menghadapi evaluasi intervensi spesifik dan sensitif dalam upaya percepatan penurunan stunting. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Tapin dalam melaksanakan delapan aksi konvergensi stunting melalui pengukuran dan publikasi data stunting.
“Dengan adanya rapat koordinasi ini, kita berharap angka prevalensi stunting di Kabupaten Tapin dapat menurun hingga berada di bawah standar nasional. Penurunan angka stunting ini diharapkan mampu menyelesaikan kasus-kasus stunting dalam beberapa tahun ke depan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Dr. H. Sufiansyah menjelaskan bahwa intervensi spesifik merupakan langkah-langkah langsung untuk mengatasi penyebab terjadinya stunting, umumnya dilaksanakan oleh sektor kesehatan. Bentuk intervensi ini meliputi asupan makanan, pencegahan infeksi, status gizi ibu, penyakit menular, dan kesehatan lingkungan.
“Intervensi yang efektif dalam mencegah dan mengendalikan stunting antara lain melalui pendidikan gizi, intervensi perlindungan sosial, serta peningkatan literasi gizi bagi ibu,” jelasnya.
Selain itu, intervensi sensitif juga penting untuk mendukung penurunan stunting. Intervensi ini mencakup penyediaan air minum dan sanitasi, pelayanan gizi dan kesehatan, peningkatan kesadaran tentang pengasuhan dan gizi, serta akses pangan bergizi.
Menurut laporan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, angka prevalensi stunting pada balita di Kabupaten Tapin tercatat sebesar 14,5%. Sementara itu, berdasarkan survei kesehatan Indonesia tahun 2023, angka prevalensi stunting di Tapin turun sedikit menjadi 14,4%. Dalam upaya percepatan penurunan angka stunting, pemerintah menargetkan prevalensi stunting dalam RPJMN 2020-2024 dapat ditekan hingga 14%.
Pengukuran dan publikasi data stunting menjadi langkah strategis Pemerintah Kabupaten Tapin dalam memperoleh data prevalensi yang akurat di puskesmas, kecamatan, dan desa. Data ini menjadi dasar bagi perumusan kebijakan yang lebih efektif dan efisien.
“Penurunan angka stunting di Kabupaten Tapin membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, baik SKPD, sektor non-pemerintah, maupun masyarakat. Dengan sinergi lintas sektor, kami yakin upaya peningkatan kesehatan masyarakat dan kualitas pembangunan manusia dapat terlaksana secara lebih optimal,” pungkasnya.
Intervensi spesifik dan sensitif merupakan pendekatan terpadu dan berkelanjutan yang menggabungkan berbagai aspek kesehatan langsung serta faktor-faktor pendukung. Dengan pendekatan lintas sektor ini, diharapkan hasil penurunan stunting di Kabupaten Tapin dapat lebih optimal.


