lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Pengguna dan pemakai narkoba merupakan korban dan harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah khususnya di Kalimantan Selatan
Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kalsel, Wisnu Andayana pada acara jumpa pers akhir tahun, Rabu (24/12/2024)
Menurutnya Kalimantan Selatan mengalami darurat narkoba sehingga perlu didukung dengan pembangunan Balai Rehabilitasi.
“Sebenarnya pemakai dan pengguna narkoba itu korban, dan perlu di rehabilitasi, “ujar Wisnu.
Wisnu juga menyinggung hampir semua Lembaga Pemasyarakatan yang ada di Kalimantan Selatan over kapasitas yang hampir 70 persin adalah kasus narkoba.
“Kami menghimbau dan mengajak masyarakat bagi pecandu narkoba untuk datang ke BNNP untuk ditangani bukan di penjarakan, baik itu rehab inap maupun rehab jalan, karena bagi kami pengguna atau pecandu adalah korban,”ungkap Wisnu
Wisnu juga juga sangat mengharapkan dukungan pemerintah daerah dalam hal ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, agar bisa membangunkan pihak Gedung sertai Balai Rehab.
“Kalsel darurat narkoba, pengguna setiap tahunnya meningkat karena permintaan obat terlarang itu juga tinggi,” ujarnya
Untuk mengatasi obat-obatan terlarang ini kata Wisnu, maka Kalsel perlu membuka layanan rehabilitasi. Meskipun narkoba masih tidak bisa sepenuhnya dituntaskan, paling tidak mengurangi dengan segera menghentikan pemakaian kepada penggunanya.
Wisnu juga menyebut saat ini Kalsel sudah menjadi jalur wisata narkoba bukan lagi hanya sekadar tempat mampir. Hal ini kata dia dibuktikan dengan meningkatnya pengguna setiap tahunnya, apa jalur masuknya bisa lewat darat, air dan udara.
“Berdasarkan data ada 389 pengguna narkoba di BNNP Kalsel dan 25 oranya sudah dikirim ke luar provinsi untuk menjalani rehabilitasi,” ucapnya.
Oleh karena itu, dirinya meminta dukungan kepada stakeholder terkait seperti Pemprov dan DPRD Kalsel untuk secepatnya dapat merealisasikan pembangunan Balai Rehabilitasi narkoba agar para pengguna bisa direhabilitasi di tempat sendiri.
“Provinsi lain bisa mempunyai balai rehab, dan saya berharap Provinsi Kalimantan Selatan juga memiliki balai rehab,”tandasnya.


