lenterakalimantan.com, PARINGIN – Kepala Seksi (Kasi) Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Balangan, Saiful Hadi, baru-baru ini menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap regulasi Izin Operasional Madrasah (IJOP) dalam proses pendidikan.
Ia meminta madrasah di Balangan yang belum memiliki izin tersebut, untuk tidak menerima siswa baru sementara waktu. Hal ini diakui oleh Kasi Penmas Kankemenag Balangan Syaiful Hadi, Kamis (30/1/2025).
“Madrasah atau RA yang belum memiliki IJOP mohon untuk tidak menerima siswa baru. Penerimaan hanya boleh dilakukan setelah izin operasional keluar. Ketentuan ini berlaku untuk semua jenis madrasah, baik Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, maupun RA,” ujarnya.
Menurut Saiful Hadi, hal ini sudah ia sampaikan saat memberikan arahan dalam Rapat Koordinasi (Rakoor) Kelompok Kerja Madrasah Ibtidaiyah (KKMI) di MI Nurul Ilmi Bata, baru-baru ini.
Disebutkan bahwa saat ini masih ada dua madrasah di Balangan yang belum memiliki IJOP. Ia meminta pihak pengelola madrasah untuk segera menyelesaikan proses administrasi demi menjamin legalitas pendidikan yang dijalankan.
“Madrasah yang belum memiliki IJOP harus segera menyelesaikan proses administrasi. Ini bukan hanya soal kepatuhan aturan, tetapi juga demi memastikan hak siswa terlindungi. Jangan sampai mereka menjadi korban akibat kelalaian pengelola,” beber Kasi Penmas Kankemenag Balangan.
Kankemenag Balangan juga menyoroti risiko besar bagi madrasah yang tetap menerima siswa tanpa izin operasional, dan ia tidak menyebutkan dua madrasah yang saat ini belum mengantongi IJOP.
“Tanpa IJOP, status madrasah tidak tercatat di Kementerian Agama. Hal ini dapat berdampak serius, termasuk tidak diakuinya ijazah siswa, dan kita tidak ingin hal tersebut terjadi,” katanya.
Kasi Penmad ini, juga memberikan apresiasi kepada madrasah yang telah menyelesaikan administrasi tepat waktu dan patuh pada prosedur yang berlaku.
“Saya sangat menghargai usaha rekan-rekan madrasah yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam mematuhi aturan. Mari jadikan kepatuhan sebagai budaya kerja bersama demi peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Balangan,” tutup Syaiful Hadi.


