
lenterakalimantan.com, PARINGIN – Hujan deras yang mengguyur Balangan dalam beberapa hari terakhir, menyebabkan terjadinya luapan sungai di sejumlah tempat, hingga merendam puluhan rumah di Desa Baruh Bahinu Dalam, Kecamatan Paringin Selatan.
Tingkat ketinggian air bervariasi, mulai dari lutut hingga setinggi dada orang dewasa. Diketahui sejak Kamis (6/3/2025) dini hari, air mulai menggenangi rumah warga, hingga Senin (10/3/2025).
“Air terus naik, kami panik dan akhirnya memilih mengungsi ke rumah saudara,” ujar Amat, salah satu warga terdampak banjir.
Kondisi ini memicu respons cepat, dari Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Balangan yang langsung turun tangan pada Sabtu (8/3/2025), hingga saat ini, dengan dibantu para relawan, dan warga setempat. Mereka bergerak mengevakuasi barang berharga, dan memastikan keselamatan warga.
Secara terpisah, Kepala Pelaksana BPBD Balangan, Rahmi, menegaskan bahwa timnya akan terus memantau situasi dan memberikan bantuan yang dibutuhkan.
“Kami memastikan evakuasi berjalan aman, menilai situasi dengan cermat, dan memberikan bantuan yang diperlukan,” ungkapnya, Senin siang.
Sementara itu, Ketua TRC BPBD Balangan, Roby, menyampaikan bahwa timnya telah melakukan langkah-langkah cepat, dan terkoordinasi dalam mengevakuasi warga, serta memastikan keselamatan mereka.
Ia juga menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana banjir, mengingat wilayah tersebut termasuk daerah rawan banjir.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, BPBD Balangan telah menetapkan beberapa Desa Tangguh Bencana (Destana), seperti Galumbang dan Baruh Panyambaran, untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana.
“Selain itu, BPBD Balangan terus berupaya meningkatkan sarana dan prasarana penanggulangan bencana, salah satunya yakni untuk evakuasi, dan berharap dengan adanya upaya-upaya tersebut, masyarakat dapat lebih siap dan tangguh dalam menghadapi bencana,” ungkapnya.
Hingga saat ini, banjir belum surut sepenuhnya. Petugas, dan relawan juga terus bersiaga untuk membantu warga yang terdampak.
Editor: Rian

