lenterakalimantan.com, PARINGIN – Upaya nyata pemulihan pasca-bencana terus digalakkan Pemerintah Kabupaten Balangan. Kali ini, bantuan perbaikan hunian bagi warga terdampak bencana alam, dan sosial resmi disalurkan, sebagai bentuk kehadiran pemerintah di tengah kesulitan warganya.
Bupati Balangan, Abdul Hadi, mengatakan bantuan ini bukan sekadar program, tapi wujud empati, dan komitmen untuk membantu masyarakat agar kembali bangkit.
“Kami ingin memastikan warga yang terdampak bisa segera pulih, baik secara fisik maupun mental. Ini bentuk kepedulian, dan tanggung jawab sosial pemerintah,” tegasnya, Selasa (15/4/2025).
Baca Juga : Balangan Expo 2025 Resmi Ditutup, Bupati Abdul Hadi Tegaskan Komitmen Majukan Daerah
Bantuan yang diberikan bervariasi, tergantung pada tingkat kerusakan dan jenis rumah. Untuk rumah permanen maksimal Rp 25 juta, semi permanen Rp 22 juta, dan rumah papan Rp 20 juta. Penentuan nilai disesuaikan dengan persentase kerusakan yang dialami.
Program ini dijalankan melalui inovasi bernama “Bahaupan” (Bantuan Perbaikan Hunian Pasca-Bencana), di bawah koordinasi Dinas Sosial bersama perangkat desa, hingga tanggap bencana.
“Kami pastikan bantuan ini tepat sasaran, transparan, dan menjangkau mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujar Kepala Dinas Sosial Balangan, Ribowo.
Respons warga pun sangat positif. Salah satu penerima bantuan mengaku lega dan bersyukur karena rumahnya yang rusak akibat banjir kini bisa segera diperbaiki.
“Terima kasih kepada pemerintah. Ini sangat membantu kami yang kehilangan banyak akibat banjir kemarin,” ucap warga Balangan, yang enggan disebutkan namanya.
Selain menyalurkan bantuan, pemerintah daerah juga mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, dan selalu siap siaga menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
Baca Juga : Expo Balangan 2025 Diserbu Warga, Pasar Murah Jadi Magnet Perayaan Hari Jadi Ke-22
“Mitigasi tak kalah penting. Jaga lingkungan, kenali risiko, dan waspada setiap saat,” imbau Bupati Abdul Hadi.
Dengan langkah konkret ini, Pemkab Balangan membuktikan, bahwa penanganan bencana bukan hanya soal respons darurat, melainkan pemulihan secara berkelanjutan.
Editor : Rian


