lenterakalimantan.com, PARINGIN – Pemkab Balangan terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) dengan melakukan monitoring dan evaluasi (monev) terhadap pelayanan ramah anak di rumah ibadah dan pondok pesantren (ponpes).
Evaluasi ini bertujuan menilai sejauh mana penerapan prinsip-prinsip ramah anak di lingkungan keagamaan, meliputi ketersediaan fasilitas yang aman dan nyaman, kebersihan lingkungan, serta metode pengasuhan yang mendukung pemenuhan hak anak.
BACA JUGA : DKP3 Balangan Gelar Edukasi B2SA Perdana di SMPN 1 Paringin
Terkait hal ini, Kepala Bidang (Kabid) Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kabupaten Balangan, Sahruddin, mengatakan bahwa, ini merupakan bagian dari upaya bersama untuk menciptakan ruang tumbuh yang ideal bagi anak-anak, terutama dalam aspek pendidikan, hingga pembentukan karakter.
“Kami ingin membangun karakter anak melalui pola asuh yang ramah agar mereka tumbuh menjadi generasi yang berguna bagi nusa dan bangsa,” ujarnya, Selasa (29/4/2025).
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Sementara itu, Fasilitator Daerah Perlindungan Terpadu Berbasis Masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan, Syahid, menekankan pentingnya peran ustaz, ustazah dalam mendampingi tumbuh kembang anak, termasuk dalam membentuk kepribadian muslim yang utuh.
BACA JUGA : RPJMD 2025–2029, Bupati Balangan Fokus pada Percepatan Pembangunan-Penataan Kota
“Masjid bukan hanya tempat salat, dan mengaji, tapi juga ruang untuk mengembangkan kreativitas, inovasi, dan kegiatan menyenangkan bagi anak-anak,” ujarnya.
Syahid berharap, rumah ibadah, mupun pondok pesantren di Kabupaten Balangan, dapat menjadi sebuah contoh penerapan lingkungan ramah anak, dan mampu mencetak generasi muda yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia.
Editor : Rian


