lenterakalimantan.com, PARINGIN – Angka stunting di Desa Pulantan, Kecamatan Awayan, Kabupaten Balangan, mengalami penurunan drastis, semula 15% di 2024, kini tinggal tersisa 7,5% pada 2025.
Hal ini diungkapkan Kepala Desa Pulantan, Supiadi, Senin (16/6/2025).
“Pencapaian tersebut merupakan hasil nyata dari kerja keras kita selama ini, dan tidak terlepas dari dukungan, kolaborasi berbagai pihak yang terlibat dalam penanganan stunting,” ujarnya.
Menurut Supiadi, penurunan angka stunting ini cukup signifikan, dan patut kita syukuri. Namun hal ini belum cukup sampai disini. Tentunya kita harus terus bergerak agar angka ini bisa terus ditekan bahkan kalau bisa mencapai nol.
“Dari kasus yang masih tersisa, sebagian besar tergolong stunting berkelanjutan. Artinya, anak-anak tersebut sudah masuk dalam program pendampingan, dan penanganan intensif oleh tenaga kesehatan, hingga kader posyandu,” kata Kepala Desa Pulantan.
Ia juga menambahkan bahwa rembuk stunting nantinya diharapkan mampu menjadi forum strategis bagi pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, hingga masyarakat untuk berdiskusi.
“Adanya rembuk stunting berguna untuk saling berbagi gagasan, hingga menyusun langkah konkret dalam mempercepat upaya eliminasi stunting di Balangan, khususnya di wilayah Pulantan,” tambah Supiadi.
Dengan semangat kolaboratif, dan partisipatif, pemerintah desa optimistis bisa terus menurunkan angka stunting, dan sanggup membangun generasi yang lebih sehat serta berkualitas.
Editor: Rian


