lenterakalimantan.com, BANJARBARU – Gubernur Kalimantan Selatan H Muhidin bersama Wakil Gubernur Hasnuryadi Sulaiman mengunjungi Pangkalan Udara (Lanud) Sjamsuddin Noor di Banjarbaru pada Selasa (24/6/2025) pagi, sehari setelah pelaksanaan Latihan Matra II Koops Udara II Sikatan Daya Cakra B dan Trisula Perkasa Kopasgat 2025 di AWR Dwi Harmono, Tanah Laut.
Kunjungan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas suksesnya latihan militer berskala besar yang digelar oleh TNI Angkatan Udara. Gubernur didampingi istri, Hj. Fathul Jannah, serta Wakil Gubernur dan istri, drg. Hj. Ellyana Trisya, turut hadir bersama pimpinan Forkopimda Kalsel dan para istri.
Pesawat tempur, termasuk F-16 AM/BM, tampak berjajar di landasan sebagai bagian dari peralatan strategis yang digunakan dalam latihan. Para pejabat juga berkesempatan meninjau langsung pesawat tempur tersebut, termasuk masuk ke kokpit untuk berfoto bersama prajurit TNI AU.
Turut hadir dalam kunjungan ini, Panglima Koops Udara II Marsda TNI Deni Hasoloan Simanjuntak, Danlanud Sjamsuddin Noor Kolonel Pnb Suparjo, Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, Danlanal Banjarmasin Kolonel Laut (P) Ahmad Ahsan, beserta para istri masing-masing.
Dalam keterangannya, Gubernur Kalsel H. Muhidin menyampaikan rasa bangga terhadap profesionalisme prajurit TNI AU serta kecanggihan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki.
“Kami berterima kasih kepada Panglima TNI atas kepercayaan menjadikan Kalimantan Selatan sebagai lokasi latihan militer. Ini tentu menjadi kebanggaan bagi kami dan masyarakat Banua,” ujar Muhidin.
Ia juga menyebut bahwa kegiatan ini memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi dan unsur Forkopimda dengan jajaran TNI.
“Hari ini kami bersama Forkopimda hadir untuk menyaksikan langsung alutsista, bahkan sempat duduk di kokpit F-16. Ini menjadi pengalaman berharga sekaligus bukti bahwa kekuatan udara kita tidak kalah dari negara lain,” tegasnya.
Tak hanya soal pertahanan, Gubernur juga menyinggung peran TNI dalam sektor ketahanan pangan, termasuk program panen jagung di lahan seluas lebih dari 900 hektar di Kalsel yang dikelola oleh TNI.
“Hanya kendala air yang menjadi perhatian. Mudah-mudahan ke depan bisa lebih ditingkatkan demi swasembada pangan nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Panglima Koops Udara II Marsda TNI Deni Hasoloan Simanjuntak mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi Kalsel atas terselenggaranya latihan militer dengan lancar dan aman.
“Terima kasih kepada Gubernur dan jajaran Forkopimda atas sambutan dan dukungan luar biasa. Latihan ini sukses berkat sinergi yang kuat dengan pemerintah daerah dan masyarakat,” ucap Marsda Deni.
Ia menegaskan bahwa Kalimantan Selatan menjadi lokasi strategis latihan karena kondisi geografisnya yang representatif untuk manuver taktis dan simulasi operasi udara.
“Latihan ini merupakan bagian dari kesiapan operasional TNI AU dalam menjaga ruang udara nasional,” tandasnya.
Sumber: Wasaka
Editor : Tim Redaksi


