lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Runtuhnya akses utama menuju kawasan Kampung Hijau, Kota Banjarmasin, tidak hanya memutus akses bagi belasan rumah warga, tetapi juga mengungkap rentetan persoalan yang lebih kompleks.
Selain kebutuhan jalan darurat dan bantuan bahan pokok, warga kini menghadapi dampak lanjutan yang membutuhkan perhatian lebih luas.
Dengan kondisi tersebut Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Banjarmasin turut bergerak membantu warga terdampak.
“Kehidupan sehari-hari warga benar-benar lumpuh, anak-anak tidak bisa berangkat sekolah, lansia kesulitan mengakses layanan kesehatan, dan sebagian pencari nafkah tidak dapat keluar rumah untuk bekerja,”kata Eldi Formatur Terpilih HMI Banjarmasin, Selasa (6/8/2025) saat berada di Kampung Hijau.
Eldi, menambahkan Kondisi ini menandakan bahwa pemulihan bukan hanya soal infrastruktur, tapi juga pemulihan sosial dan ekonomi warga.
Meskipun pemerintah telah membangun jalan darurat dan menyediakan perahu sebagai solusi sementara, langkah tersebut belum menjawab seluruh kebutuhan warga.
“Yang paling mendesak saat ini adalah keterlibatan aktif dari semua elemen daerah, khususnya di tingkat kota, untuk saling bahu-membahu menangani persoalan ini secara menyeluruh,”sebutnya.
Selain itu sambung dia, Diperlukannya keterlibatan dan kerjasama antar elemen yang saling berkesinambungan,
mencakup pihak penanggung jawab proyek, pemerintah daerah dan warga sekitar.
Hal ini diperlukan agar sekiranya warga pun turut dilibatkan secara partisipatif dan kontributif, bukan hanya sebagai observer.
“Kolaborasi lintas sektor baik dari unsur pemerintah daerah, organisasi masyarakat, relawan, hingga sektor swasta menjadi kunci penting,”tambah dia lagi.
Bukan hanya menyalurkan logistik, tetapi juga membangun sistem koordinasi cepat, layanan kesehatan keliling, hingga dukungan psikososial bagi warga terdampak.
“Jangan hanya fokus pada jembatan dan akses saja. Kami juga butuh kepastian hidup. Kami sulit mencari makan, penghasilan saya terhenti,” keluh salah satu warga.
Peristiwa ini menjadi peringatan bahwa ketika satu elemen infrastruktur runtuh, dampaknya bisa menjalar ke semua aspek kehidupan warga. Oleh karena itu, dibutuhkan lebih dari sekadar bantuan teknis diperlukan komitmen kolektif dan kehadiran pemerintah yang utuh di tengah masyarakat.
Penulis (ME/Ril)
Editor: CAN


