lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) semakin serius menggarap pembinaan olahraga catur. Melalui pola penjaringan atlet sejak kompetisi tingkat daerah, Kaltim menargetkan lahirnya pecatur-pecatur muda yang bisa mengharumkan nama daerah di level internasional.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, di Samarinda, Rabu (20/8/2025), menilai penyelenggaraan event olahraga lokal sangat penting sebagai pintu masuk lahirnya atlet potensial.
“Kompetisi-kompetisi catur tingkat daerah sangat berarti untuk menjaring talenta. Bibit-bibit unggul yang ditemukan nantinya akan ditarik menjadi atlet muda di bawah binaan Pengurus Provinsi Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Pengprov Percasi) Kaltim,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa pola pembinaan berbasis kompetisi terbuka bisa menjadi model bagi cabang olahraga lain. Dengan demikian, prestasi olahraga Kaltim tidak hanya meningkat, tetapi juga berkelanjutan.
Sebagai contoh nyata, Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Catur 2025 belum lama ini digelar dengan melibatkan 290 pecatur dari 10 kabupaten/kota. Turnamen tersebut juga menjadi ajang pemanasan menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 dan Pra-Pekan Olahraga Nasional (Pra-PON).
Pemprov Kaltim berharap dari pola pembinaan tersebut akan lahir pecatur-pecatur baru yang mampu menapaki prestasi seperti Woman International Master (WIM) Chelsie Monica Ignesias Sihite, yang tampil di level internasional melalui ajang Konaev Cup 2024 di Kazakhstan.
Tak hanya pembinaan, pemerintah juga menyiapkan penghargaan bagi atlet. “Bonus bagi atlet peraih medali di ajang PON akan segera dicairkan pada November mendatang, dan bonus serupa juga akan diberikan kepada atlet berprestasi di tingkat nasional dari cabang olahraga lainnya,” terang Seno Aji.
Ketua Pengprov Percasi Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, menegaskan pentingnya turnamen seperti Kejurprov bagi perkembangan atlet muda.
“Ke depan, kami fokus untuk persiapan Pra-PON dan PON. Kejuaraan seperti ini menjadi fondasi penting bagi para atlet muda kita,” kata Reza.
Editor : Tim Redaksi


