lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Ketegangan mulai terasa menjelang aksi besar Aliansi Rakyat Kalimantan Selatan (Kalsel) Melawan yang rencananya digelar Senin (1/9/2025). Salah seorang perwakilan aliansi, Florentino Mario, mengaku dibuntuti oleh oknum tidak dikenal yang diduga sejak Sabtu (30/8) siang hingga tengah malam.
Menurut Mario, peristiwa itu bermula saat ia bersama rekannya menonton pertandingan di kawasan GOR Hasanuddin dan tiba-tiba dihampiri orang yang mencurigakan. Saat pulang, ia menyadari ada sebuah mobil yang berulang kali melintas di sekitar dirinya.
“Mobil itu sudah kelihatan dua kali bolak-balik di depan rumah sore harinya, lalu malamnya masih terus mondar-mandir sampai jam setengah satu malam depan kontrakan saya di Kayutangi. Itu orang yang sama didalam mobil dengan yang tiba-tiba gabungin kami ngopi di GOR, ngikutin terus rupanya sampe kami selisih di S. Parman,” ujar Mario kepada wartawan.
Mario menambahkan, kecurigaannya semakin kuat setelah mendapat informasi bahwa dirinya memang sedang dicari untuk “dikondisikan” agar tidak banyak bersuara dalam forum Aliansi Rakyat Kalsel Melawan.
“Ada yang menyampaikan ke saya, katanya saya harus dikondisikan karena beberapa sudah dan ngomong aja maunya apa biar kurang-kurangin bersuara, apalagi di forum. Ini jelas bentuk intimidasi,” ungkapnya.
Mario menyebut, beberapa rekannya ikut menjadi saksi atas kejadian itu. Bahkan ia sempat memilih pindah tempat tinggal sementara karena merasa gerak-geriknya terus dipantau.
Meski begitu, Mario menegaskan dirinya tidak gentar. Ia justru menilai peristiwa ini sebagai bentuk tekanan terhadap gerakan rakyat yang makin besar di Kalsel.
“Kalau maksudnya untuk membungkam, itu percuma. Karena gerakan ini sudah organik. Suara rakyat di media sosial sudah menunggu untuk disalurkan. Saya hanya merespons gejolak itu, bukan mengundang orang. Jadi, sekalipun saya diam, mereka tetap akan bergerak,” tegasnya.
Mario juga menegaskan aksi Senin mendatang akan tetap berlangsung, dengan penekanan pada suasana damai dan saling menjaga sesama. Ia sudah mengingatkan para peserta aksi untuk tidak membawa senjata tajam atau benda berbahaya.
“Kami sepakat jaga kondusifitas sesuai aturan. Tapi kalau massa terus berdatangan hingga malam hari, itu spontanitas rakyat yang memang tidak bisa kami atau siapa kendalikan,” tambahnya.
Penulis: Rifai
Editor: Rian


