lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, H Rudy Mas’ud (Harum), menegaskan pentingnya disiplin dalam pembangunan infrastruktur. Ia mengingatkan seluruh pihak untuk berpegang pada prinsip OTOBUS (On Time, On Budget, On Scope) agar tidak ada proyek yang molor ataupun menyimpang dari standar.
Pesan itu disampaikan Harum saat membuka Forum Jasa Konstruksi Kaltim 2025 di Pendopo Lamin Etam, Rabu (3/9/2025).
“Atas nama Pemprov, saya apresiasi forum ini sebagai wadah komunikasi dan kolaborasi masyarakat jasa konstruksi. Apalagi Kaltim kini menjadi episentrum pembangunan nasional dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN),” ujar Harum.
Menurutnya, pembangunan tidak boleh hanya mengejar kuantitas, melainkan harus berkualitas dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Komitmen kita jelas, tidak ada lagi proyek molor. Infrastruktur yang dibangun harus tepat waktu, tepat anggaran, dan tepat sasaran,” tegasnya.
Kepala DPUPR-Pera Kaltim, Aji Muhammad Fitra Firnanda, menambahkan forum ini menjadi momentum penting untuk menampung aspirasi, menyinergikan kebijakan pusat dan daerah, sekaligus mendorong peningkatan kompetensi tenaga kerja konstruksi.
Berdasarkan data BPS 2024, jumlah pekerja konstruksi di Kaltim mencapai 147.736 orang. Namun, yang sudah kompeten baru 27.071 orang atau sekitar 18 persen. “Ini pekerjaan rumah kita bersama. Forum ini menyatukan langkah agar SDM konstruksi kita makin profesional dan infrastruktur Kaltim benar-benar berkualitas,” ujarnya.


