lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Rudy Mas’ud (Harum), kembali turun langsung ke lapangan. Pada 17–19 September 2025 mendatang, ia dijadwalkan melakukan kunjungan kerja (kunker) ke wilayah selatan Kaltim.
Lawatan tiga hari ini tidak hanya sekadar agenda seremonial, tetapi ditujukan untuk mengawal pembangunan infrastruktur strategis yang terkoneksi dengan Ibu Kota Nusantara (IKN), meluncurkan program pelayanan publik, sekaligus menyerap aspirasi masyarakat.
Rangkaian kunker dimulai dari Kota Balikpapan. Di kota minyak, Gubernur akan mencanangkan gerakan taat pajak di Dome, meluncurkan aplikasi Simpator Gemas sebagai inovasi pelayanan perpajakan, serta menyerahkan secara simbolis program Jospol 3 bersama Bapenda dan Biro Kesra.
Tak ketinggalan, agenda peninjauan fasilitas pendidikan di SMP IT Istiqomah juga masuk dalam jadwal kegiatan.
Dari Balikpapan, rombongan bergerak menuju Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Paser. Di kedua daerah ini, perhatian difokuskan pada peninjauan ruas jalan Sotek–Bongan–Kutai Barat, jalur vital yang akan menjadi penghubung langsung selatan Kaltim dengan IKN.
Karena kondisi medan cukup menantang, seluruh peserta diwajibkan menggunakan kendaraan 4×4 dengan pendampingan penuh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) melalui sistem komunikasi radio.
Kepala Biro Administrasi Pembangunan (Adbang) Setdaprov Kaltim, H. Irhamsyah, menegaskan bahwa persiapan harus benar-benar matang.
“Kami ingin kunjungan kerja Bapak Gubernur ke wilayah Selatan Kaltim dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi pembangunan daerah,” ujarnya usai memimpin rapat finalisasi, Senin (15/9/2025).
Irhamsyah menambahkan, aspek administrasi, teknis, keamanan, hingga penerimaan masyarakat harus menjadi perhatian bersama. Ia mengingatkan, suksesnya kunker bergantung pada kesiapan semua pihak yang terlibat.
Senada dengan itu, Kepala Bagian Pengendalian Administrasi Pelaksana Pembangunan Wilayah Biro Adbang, Erwin Darmawan, menyebutkan rombongan kali ini akan lebih besar dibanding kunker sebelumnya. Banyak perangkat daerah akan terlibat dalam penyerahan program gratispol dan jospol.
“Jangan sampai ada kendala di masyarakat. Kehadiran Gubernur harus menjadi momentum untuk mendengar aspirasi warga, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Selain peninjauan proyek, Gubernur Harum juga akan menggelar dialog langsung dengan masyarakat. Warga diberi kesempatan menyampaikan keluhan maupun harapan, mulai dari persoalan pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, hingga kebutuhan infrastruktur.
Dialog semacam ini diyakini menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan.
Wilayah selatan Kaltim sendiri memiliki peran strategis. Balikpapan sebagai pusat ekonomi, PPU sebagai pintu gerbang utama, dan Paser dengan potensi besar di sektor perkebunan serta perikanan.
Namun, tantangan pembangunan masih ada, terutama keterbatasan infrastruktur jalan dan pemerataan pelayanan publik. Kehadiran Gubernur bersama jajaran diharapkan mampu memberi jawaban nyata atas persoalan tersebut.
Kunker kali ini diharapkan menjadi langkah penting mempercepat penyelesaian proyek strategis, memperkuat konektivitas menuju IKN, serta menghadirkan pemerataan pembangunan yang inklusif.
Dari Balikpapan hingga Paser, kehadiran Gubernur Harum bersama jajaran perangkat daerah diharapkan benar-benar membawa energi baru bagi kemajuan Kalimantan Timur.
Editor: Muhammad Tamyiz


