lenterakalimantan.com, KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas melalui Dinas Sosial menggelar Sosialisasi dan Rapat Koordinasi (Rakor) Penggunaan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam penanganan kemiskinan ekstrem. Kegiatan dibuka oleh Staf Ahli Bupati Bidang EKP di Hall Rumah Jabatan Bupati Kapuas, Rabu (17/9/2025).
Acara ini dihadiri unsur Forkopimda Kapuas, Kepala OPD terkait, BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan, Badan Pusat Statistik (BPS), para Camat, Lurah, Kepala Desa, operator SIKS-NG, pendamping PKH, serta Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK).
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kapuas, Yanmarto, SH., M.Hum, menjelaskan bahwa kegiatan ini merujuk pada Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025 tentang DTSEN dan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi pengentasan kemiskinan ekstrem.
“Sejak diberlakukannya DTSEN, Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) tidak berlaku lagi. Mulai Triwulan II Tahun 2025, penyaluran bantuan sosial seperti PKH, sembako, dan bantuan pangan pemerintah telah menggunakan DTSEN,” terang Yanmarto.
Ia menambahkan bahwa DTSEN memberikan gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat secara dinamis. Namun, sistem ini juga menimbulkan tantangan, seperti inclusion dan exclusion errors, perubahan penerima bansos secara berkala, serta perubahan kuota bantuan daerah. Oleh karena itu, kualitas data harus terus diperbarui melalui aplikasi SIKS-NG agar DTSEN menjadi dasar penentuan program penanganan kemiskinan ekstrem yang tepat sasaran.
Bupati Kapuas, H.M. Wiyatno, SP, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Septedy, menegaskan pentingnya DTSEN sebagai instrumen satu data nasional untuk mempercepat penanggulangan kemiskinan ekstrem.
“Dengan DTSEN, kita memiliki data tunggal, akurat, dan terkini sehingga kebijakan dan program yang disusun dapat tepat jumlah dan tepat sasaran,” tegas Bupati.
Bupati juga menginstruksikan seluruh Lurah, Kepala Desa, dan operator SIKS-NG untuk segera melakukan pemutakhiran data secara berkala, dengan dukungan Dinas Sosial, TKSK, dan SDM PKH. Selain itu, Bapperida, Diskominfo, dan Dinas Sosial diminta mengakses data offline BNBA DTSEN terbaru melalui portal Satu Data Indonesia untuk pensasaran program kemiskinan daerah.
Di akhir sambutan, Bupati menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Sosial RI, BPS, dan seluruh narasumber yang hadir, serta berharap kegiatan ini menjadi momentum penguatan koordinasi lintas sektor.
“Saya berharap semua peserta dapat menyimak materi dengan baik, lalu segera menyosialisasikan dan mengimplementasikan penggunaan DTSEN di wilayah masing-masing,” pungkas Bupati.
Editor: Tim Redaksi


