lenterakalimantan.com, PARINGIN — Wakil Bupati Balangan, Akhmad Fauzi, menegaskan bahwa sektor kesehatan tetap menjadi salah satu prioritas utama pembangunan daerah karena berperan strategis dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM). Penegasan tersebut disampaikannya saat menghadiri pelantikan Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Balangan masa bakti 2024–2027, yang digelar di Aula RSUD Datu Kandang Haji, Sabtu (13/12/2025).
Saat sambutan, Fauzi menekankan bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari infrastruktur, tetapi juga dari derajat kesehatan masyarakat. Menurutnya, kesehatan adalah fondasi utama bagi produktivitas dan kesejahteraan sosial.
“Kesehatan mungkin hanya satu bagian dari kesejahteraan. Namun tanpa kesehatan, semua hal menjadi tidak berarti. Karena itu, pemerintah daerah menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas yang tidak bisa ditawar,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para dokter dan tenaga kesehatan atas dedikasi dan pengabdian mereka dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Balangan, termasuk di wilayah terpencil dan dalam situasi darurat.
Lebih lanjut, Fauzi menyoroti peran strategis IDI sebagai organisasi profesi yang tidak hanya berfungsi meningkatkan kompetensi dan etika kedokteran. Tetapi juga sebagai mitra pemerintah daerah dalam merespons berbagai dinamika dan tantangan pelayanan kesehatan.
“IDI kami harapkan menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara tenaga medis dan pemerintah daerah, sekaligus mitra kritis dan solutif dalam meningkatkan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IDI Cabang Kabupaten Balangan yang baru dilantik, dr. Indra Irawan, menyatakan komitmennya untuk memperkuat peran IDI dalam mendukung program kesehatan daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan medis yang profesional dan beretika.
“IDI Balangan siap bersinergi dengan pemerintah daerah dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan berkeadilan. Kami juga berkomitmen meningkatkan kompetensi dokter melalui pendidikan berkelanjutan serta menjaga marwah profesi kedokteran,” katanya.
Ia menambahkan, di tengah tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks, IDI akan berupaya menjadi ruang konsolidasi dan advokasi bagi para dokter, sekaligus berkontribusi aktif dalam penyusunan rekomendasi kebijakan kesehatan berbasis kebutuhan riil masyarakat.
“Kami ingin IDI hadir tidak hanya sebagai organisasi profesi, tetapi juga sebagai bagian dari solusi dalam menjawab persoalan kesehatan di Balangan,” pungkasnya.
Pelantikan pengurus IDI Balangan ini diharapkan menjadi momentum penguatan kolaborasi antara tenaga medis dan pemerintah daerah, guna mendorong terwujudnya masyarakat Balangan yang sehat, produktif, dan berdaya saing.
Editor: Rizki


