lenterakalimantan.com, MARTAPURA – Sebanyak 210 sekolah dari jenjang PAUD, SD, hingga SMP di Kabupaten Banjar terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, 169 sekolah tergenang air hingga masuk ke dalam ruang kelas, sementara 41 sekolah lainnya terdampak di area halaman sekolah.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Banjar, Liana Penny, mengatakan kondisi tersebut berdampak pada aktivitas belajar mengajar di sejumlah satuan pendidikan.
Untuk memastikan proses pembelajaran tetap berjalan, Disdik Kabupaten Banjar telah menerbitkan Surat Edaran Nomor: 400.3.6.1/007/Disdik/2026 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran pada Satuan Pendidikan Terdampak Bencana Banjir di Wilayah Kabupaten Banjar.
“Untuk memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, kami menerbitkan surat edaran terkait penyelenggaraan pembelajaran bagi sekolah terdampak banjir,” ujar Liana, Selasa (6/1/26).
Melalui surat edaran tersebut, sekolah yang terdampak banjir agar melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) sebagai alternatif selama kondisi belum memungkinkan untuk pembelajaran tatap muka.
“Kita sudah berpengalaman saat pandemi Covid-19 melaksanakan pembelajaran jarak jauh, jadi insya Allah sekolah sudah bisa menyesuaikan,” lanjutnya.
Pelaksanaan PJJ dilakukan dengan menyesuaikan capaian pembelajaran, metode pembelajaran, serta bentuk evaluasi atau ujian di masing-masing sekolah. Penyesuaian tersebut dilakukan sesuai kondisi dan kemampuan sekolah, tanpa harus sepenuhnya mengikuti standar nasional.
Setelah kondisi banjir dinyatakan selesai, Disdik Kabupaten Banjar akan melakukan pendataan terhadap kerusakan infrastruktur, sarana, dan prasarana sekolah yang terdampak.
“Kami sudah berkomunikasi dengan Kementerian Pendidikan melalui UPT yang ada di Kalimantan Selatan untuk mengusulkan revitalisasi serta bantuan prasarana lainnya,” pungkasnya.
Editor: Rizki


