• Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Kabupaten Banjar
      • Balangan
      • Hulu Sungai Selatan
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tabalong
      • Tanah Bumbu
      • Tanah Laut
      • Sukamara
      • Tapin
    • KALIMANTAN TENGAH
      • Palangka Raya
      • Pulang Pisau
      • Seruyan
      • Murung Raya
      • Kotawaringin Timur
      • Barito Selatan
      • Kotawaringin Barat
      • Katingan
      • Kapuas
      • Gunung Mas
      • Barito Utara
      • Barito Timur
    • KALIMANTAN TIMUR
      • Samarinda
      • Bontang
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Timur
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
    • KALIMANTAN BARAT
      • Sambas
      • Mempawah
      • Sanggau
      • Ketapang
      • Sintang
      • Kapuas Hulu
      • Bengkayang
      • Landak
      • Sekadau
      • Melawi
      • Kayong Utara
      • Kubu Raya
      • Pontianak
      • Singkawang
    • KALIMANTAN UTARA
      • Bulungan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Tarakan
      • Tana Tidung
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Reading: Kritik Tanpa Etika, Demokrasi Kehilangan Arah
Share
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Font ResizerAa
  • Berita
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN BARAT
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN UTARA
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Opini
Search
  • Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
    • KALIMANTAN TENGAH
    • KALIMANTAN TIMUR
    • KALIMANTAN BARAT
    • KALIMANTAN UTARA
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Follow US
Copyright © 2024 Lentera Kalimantan By LIMBO. All Rights Reserved.
Home Kritik Tanpa Etika, Demokrasi Kehilangan Arah
ArtikelOpini

Kritik Tanpa Etika, Demokrasi Kehilangan Arah

Muhammad Tamyiz
Muhammad Tamyiz
Share
3 Min Read
SHARE

Demokrasi tidak pernah alergi terhadap kritik. Kritik adalah napas kontrol publik terhadap kekuasaan. Namun ketika kritik kehilangan etika dan berubah menjadi hujatan personal, serangan fisik, serta sentimen kesukuan, demokrasi sedang bergerak menjauh dari tujuan utamanya memperbaiki kebijakan demi kepentingan rakyat.

Dalam perspektif ilmu komunikasi, kritik seharusnya berada dalam ruang dialog rasional. Jurgen Habermas menekankan pentingnya ruang publik yang dibangun atas argumentasi, nalar, dan saling menghormati. Ketika kritik dipenuhi makian dan emosi, substansi hilang, dialog runtuh, dan ruang publik berubah menjadi arena kebisingan.

Fenomena kritik personal terhadap penjabat negara—termasuk penjabat Gubernur Kalimantan Timur—menunjukkan kemunduran kualitas komunikasi politik. Alih-alih menguji kebijakan dan kinerja pemerintahan, sebagian kritik justru menyerang aspek fisik dan kehidupan pribadi yang tidak relevan dengan mandat jabatan. Pola ini tidak hanya tidak produktif, tetapi juga melemahkan daya tekan publik terhadap kekuasaan.

Dari sudut filsafat komunikasi, serangan terhadap martabat pribadi bertentangan dengan prinsip kemanusiaan. Immanuel Kant mengingatkan bahwa manusia harus diperlakukan sebagai tujuan pada dirinya sendiri, bukan sekadar alat atau objek pelampiasan emosi. Jabatan publik memang membuka ruang pengawasan, tetapi tidak menghapus hak atas kehormatan dan privasi.

Lebih jauh, kritik yang serampangan justru memberi legitimasi bagi kekuasaan untuk mengabaikan suara masyarakat. Kritik tanpa data dan argumen mudah dipatahkan sebagai opini emosional. Akibatnya, rakyat kehilangan kekuatan moral dan politik untuk mendorong perubahan kebijakan yang lebih baik.

Redaksi berpandangan, kritik yang efektif adalah kritik yang tepat sasaran dan berbasis substansi. Dalam konteks Kalimantan Timur, sorotan publik seharusnya diarahkan pada arah pembangunan daerah, transparansi anggaran, pengelolaan sumber daya alam, serta keberpihakan kebijakan terhadap masyarakat. Kritik yang argumentatif dan solutif jauh lebih berdaya dibanding hujatan tanpa isi.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pun dituntut membuka ruang dialog yang sehat dan partisipatif agar kritik publik dapat menjadi bagian dari proses evaluasi kebijakan, bukan sekadar gema di ruang digital.

Redaksi menegaskan, kebebasan berpendapat harus berjalan seiring dengan tanggung jawab komunikasi. Demokrasi yang matang lahir dari kritik yang tajam secara politik, kuat secara argumentasi, dan beretika dalam penyampaian.

Jika kritik kehilangan etika dan nalar, demokrasi kehilangan arah. Dan ketika demokrasi kehilangan arah, rakyatlah yang paling dirugikan.

Terpopuler

Aliansi Masyarakat
Aliansi Masyarakat Kalsel Bersatu Aksi di PLN UP3 Banjarmasin, Desak Transparansi Perbaikan Listrik
KALIMANTAN SELATAN
Woow! Kopi Robusta Mangkara Dikembangkan di Tanah Laut
Berita
Hutan Galam Jadi Penambah Indahnya Panorama Alam Pantai JBG
Berita
Di Luar Areal Tambang, JBG Hijaukan DAS Tahura Seluas 3251 Hektar
Berita
Mehbob Menilai Kubu Muldoko Produksi Kebohongan Baru
Berita

You Might Also Like

e:XpressYourStyle with AION UT : GAC Hadirkan Mobil Listrik Buat Kamu yang Berani Tampil Beda di GIIAS Surabaya 2025

BNNK Tala 2025 Bakal Miliki Rehabilitasi Pecandu Narkotika, Ferey Hidayat: Minta Doanya Semoga Terwujud

Bupati Abdul Hadi Letakkan Batu Pertama Pembangunan Rumah Tahfiz di Halong Balangan

Rapat Paripurna, Bupati dan Ketua DPRD Tala Sambut Baik Kenaikan Gaji PNS

Bupati Kotabaru dan Bunda Paud Hadiri Puncak Peringatan HAN 2024

Pemkab Banjar Gelar Peningkatan Kapasitas Kader PKK

Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Bupati Saidi Mansyur Sampaikan Raperda Penyertaan Modal PT AM Intan Banjar

Rekrutmen PPPK Tala 2024, Forum Honorer Tenaga Kependidikan Minta Penambahan Formasi

TOK! KPU Tetapkan Bahrul Ilmi-Herman Susilo sebagai Bupati-Wakil Bupati Batola Periode 2025-2030

Pj Bupati Syamsir: Tala Dapat Bantuan Areal Tanam dari Kementan Seluas 100 Ribu Hektare Lebih

TAGGED:DemokrasiEtika Demokrasi
Share This Article
Facebook X Flipboard Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article PSDKU ULM Kotabaru PSDKU ULM Kotabaru Gelar Kuliah Umum, Perkuat Pengembangan SDM
Next Article Gandeng Universitas PGRI Kalimantan, Lapas Narkotika Karang Intan Hadirkan Program S1 bagi Warga Binaan

Latest News

KUA
Pemkab dan DPRD Balangan Sepakati Perubahan KUA-PPAS APBD 2026
KALIMANTAN SELATAN Juli 29, 2026
Pasar Adaro
Satpol PP Balangan Edukasi Pedagang Pasar Adaro dengan Pendekatan Humanis
KALIMANTAN SELATAN Juli 29, 2026
Sekda Bartim
Sekda Bartim Tegaskan Keterbukaan Informasi Publik Bukan Sekadar Administratif
KALIMANTAN TENGAH Juli 29, 2026
Tebu
Percepat Swasembada, Pemerintah Tegaskan Kewajiban Kebun Tebu untuk Industri Gula
Nasional Juli 29, 2026
plinko gamethorfortune casinothorfortunethorfortunechicken road game
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Follow US
© 2026 Lentera Kalimantan. All Rights Reserved. Designed by HCD
  • INFO REDAKSI
  • Contact Us
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Kode Etik
  • SOP WARTAWAN
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?