lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Setelah bertahun-tahun menghadapi keterbatasan akses, warga di perbatasan Basirih, Banjarmasin Selatan, dan Aluh-Aluh, Kabupaten Banjar, akhirnya mendapat kepastian pembangunan Jembatan Garuda.
Pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama, Senin (6/4), melalui kolaborasi antara TNI dan Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarmasin di Kelurahan Basirih. Infrastruktur ini selama ini menjadi jalur penting bagi mobilitas warga, meski kondisinya kerap membahayakan.
Komandan Korem 101/Antasari, Brigjen TNI Ilham Yunus, mengatakan pembangunan tersebut merupakan bentuk kehadiran negara dalam menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya di wilayah yang sulit dijangkau.
“Jembatan ini diharapkan memperlancar akses pendidikan, layanan publik, dan distribusi barang, sehingga berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga,” ujarnya.
Ia menambahkan, program serupa juga dijalankan di sejumlah titik lain dengan fokus pada pembangunan jembatan di daerah dengan keterbatasan infrastruktur.
Sementara itu, Dandim 1007/Banjarmasin Kolonel CZI Slamet Riyadi menyebutkan kondisi geografis berupa tanah rawa menjadi tantangan utama dalam pengerjaan proyek. Meski demikian, metode konstruksi telah disesuaikan agar jembatan tetap aman dan tahan lama.
“Ini akses penting bagi aktivitas harian masyarakat. Kami menargetkan pembangunan selesai dalam waktu sekitar tiga bulan,” katanya.
Wali Kota Banjarmasin, H M Yamin HR, menilai pembangunan jembatan sepanjang 74 meter tersebut akan membuka konektivitas antara Kota Banjarmasin dan wilayah Aluh-Aluh, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat.
Menurutnya, infrastruktur yang lebih layak juga akan berdampak pada kemudahan akses pendidikan dan aktivitas sosial warga.
Selama ini, kondisi jembatan yang rapuh membuat warga harus ekstra hati-hati saat melintas. Bahkan, kerusakan yang terjadi kerap menghambat aktivitas sehari-hari, termasuk bagi pelajar.
Salah seorang warga Basirih, Hamdani, mengaku lega dengan dimulainya pembangunan tersebut. Ia menyebut jembatan lama sangat berisiko, terutama saat malam hari.
“Sudah lama kami menunggu. Semoga cepat selesai supaya lebih aman untuk anak-anak sekolah dan aktivitas kami,” ujarnya.
Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan menjadi solusi atas keterisolasian wilayah sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui akses yang lebih memadai.
Editor: Tim Redaksi


