lenterakalimantan.com, SAMARINDA – Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, menekankan pentingnya peran aparatur sipil negara (ASN) dalam menghadapi disrupsi informasi di era digital, sekaligus menjaga kualitas pelayanan publik kepada masyarakat.
Ia meminta seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mampu menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan, guna menangkal maraknya hoaks.
“Kami berharap seluruh OPD dan ASN mampu menangkal hoaks serta menjaga kepercayaan publik kepada pemerintah, baik pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan di era digital tidak hanya soal percepatan informasi, tetapi juga bagaimana aparatur mampu bersikap responsif dan transparan dalam setiap kebijakan serta pelayanan kepada masyarakat.
Selain itu, Gubernur yang akrab disapa Harum tersebut juga mengingatkan pentingnya menjaga kualitas pelayanan publik di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pada tahun 2026.
Ia menegaskan bahwa efisiensi tidak boleh menjadi alasan menurunnya kualitas layanan. Sebaliknya, hal itu harus menjadi momentum bagi aparatur untuk lebih kreatif dan inovatif.
“Efisiensi harus mendorong kita bekerja lebih aktif dan kreatif, terutama dalam mengoptimalkan pelaksanaan program dan penyerapan anggaran,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia meminta seluruh jajaran pemerintah tetap disiplin, bekerja optimal, serta meningkatkan tanggung jawab dalam menjalankan tugasnya.
Penguatan sumber daya manusia (SDM), lanjutnya, juga menjadi kunci dalam mendukung pembangunan daerah. Di samping itu, peningkatan konektivitas antarwilayah di Kalimantan dinilai penting guna mempercepat pemerataan pembangunan.
“Bagaimana semuanya bisa terkoneksi lebih cepat dan lebih baik, itu menjadi hal penting yang harus kita wujudkan bersama,” katanya.
Dengan berbagai tantangan tersebut, ia mengajak seluruh aparatur pemerintah untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan yang cepat, tepat, serta berdampak nyata bagi masyarakat.
Editor: Muhammad Tamyiz


