lenterakalimantan.com, SAMARINDA — Program Gratispol Pendidikan yang menjadi salah satu dari enam program prioritas Gubernur Kalimantan Timur, Dr H Rudy Mas’ud (Harum) bersama Wakil Gubernur Dr H Seno Aji, terus menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat.
Program tersebut terbukti membantu ribuan mahasiswa, khususnya di Politeknik Negeri Samarinda (Polnes), dalam mengakses pendidikan tinggi tanpa terkendala biaya.
Direktur Polnes, Ahyar Muhammad Diah, mengungkapkan bahwa program ini menjadi pendorong kuat bagi masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
“Seharusnya masyarakat Kaltim bersyukur dengan adanya Program Gratispol Pendidikan ini. Banyak yang sebelumnya tidak pernah membayangkan bisa kuliah, kini akhirnya bisa. Mereka cukup membawa dokumen, tanpa lagi memikirkan biaya UKT atau SPP hingga selesai,” ujarnya dalam Diskusi Terbuka Monitoring dan Evaluasi Program Gratispol Pendidikan Kaltim.
Pernyataan tersebut disampaikan secara daring dan turut disimak langsung oleh Gubernur Rudy Mas’ud yang tampak terharu atas apresiasi yang diberikan.
Ahyar menilai, program ini menjadi salah satu terobosan yang belum banyak ditemukan di daerah lain di Indonesia. Hingga saat ini, program telah menjangkau 48.675 mahasiswa dengan total anggaran mencapai Rp220,7 miliar.
“Ini menunjukkan program berjalan nyata, terukur, dan terus diperluas secara bertahap oleh Pemprov Kaltim,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Rudy Mas’ud menjelaskan bahwa manfaat program Gratispol juga telah dirasakan langsung oleh mahasiswa Polnes Samarinda. Pada tahap I tahun 2026, bantuan disalurkan kepada 1.683 mahasiswa dengan nilai sekitar Rp7,42 miliar.
Kemudian pada tahap II, bantuan kembali diberikan kepada 1.972 mahasiswa dengan total anggaran mencapai Rp6,48 miliar.
“Kami berharap Polnes mampu menjadi perguruan tinggi vokasi yang terampil. Melalui diskusi ini, Pemprov ingin mendengar masukan dari mahasiswa dan dosen, agar program ini benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan, baik saat ini maupun ke depan,” ujar Gubernur.
Ia juga mengakui bahwa program tersebut masih memiliki sejumlah kekurangan. Namun demikian, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan agar program semakin tepat sasaran dan memberi manfaat maksimal bagi masyarakat.
Diskusi tersebut turut dihadiri Kepala Biro Kesra Setdaprov Kaltim Dr Dasmiah, Ketua TP2G Prof Dr Bohari Yusuf, unsur pimpinan akademik Polnes, serta mahasiswa.


