lenterakalimantan.com, BANJARMASIN — Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kalimantan Selatan masa khidmat 2026–2031 resmi dikukuhkan di Gedung Mahligai Banjarmasin, Selasa (21/4/2026) malam.
Pengukuhan dilakukan oleh Wakil Ketua MUI Pusat, KH Cholil Nafis, dan disaksikan Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman.
Pada periode ini, Ketua Umum MUI Kalsel dijabat Tuan Guru KH Ahmad Syairazi, S.M., didampingi jajaran wakil ketua umum serta pengurus lainnya. Total kepengurusan yang dikukuhkan mencapai sekitar 253 orang yang tersebar di berbagai bidang dan komisi.
Dalam susunan kepengurusan tersebut, sejumlah pejabat struktural Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNUKASE) mendapat amanah pada posisi strategis.
Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., dipercaya sebagai Wakil Ketua Dewan Pertimbangan. Selain itu, beberapa unsur pimpinan dan pejabat kampus lainnya juga turut masuk dalam kepengurusan, di antaranya:
Dr. Ir. Murjani, S.P., S.I.Kom., S.T., M.S., IPM. (Wakil Rektor III) sebagai anggota Komisi Halal
Dr. Berry Nahdian Forqon, S.P., M.Si. (Ketua Senat) sebagai Ketua Bidang Kerukunan
Ilhamiannur, S.HI., M.H. sebagai Sekretaris Bidang Kerukunan
M. Najmuel Muttaqin, S.Sos. sebagai Sekretaris Filantropi
Muhammad Yusuf, S.E., M.M. (Sekretaris Senat) sebagai Wakil Ketua Komisi Penanggulangan Bencana
Husnul Mukaram, S.Pd. sebagai Wakil Sekretaris Komisi Bidang Ukhuwah Islamiyah
Rektor UNUKASE, Dr. Ir. H. Abrani Sulaiman, M.Sc., menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan MUI Kalimantan Selatan kepada sivitas akademika UNUKASE.
Menurutnya, kehadiran unsur perguruan tinggi dalam kepengurusan MUI merupakan bentuk kolaborasi strategis antara ulama dan akademisi dalam menjawab tantangan umat.
“Kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran MUI Kalimantan Selatan atas kepercayaan yang diberikan kepada UNUKASE. Ini merupakan kehormatan sekaligus amanah besar bagi kami,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan pejabat struktural UNUKASE di berbagai bidang menunjukkan peran penting perguruan tinggi dalam mendukung program keumatan, mulai dari halal, kerukunan, filantropi, kebencanaan hingga penguatan ukhuwah Islamiyah.
“Kami berharap sinergi antara MUI dan perguruan tinggi terus diperkuat, sehingga keilmuan, riset, dan pengabdian masyarakat dapat berjalan seiring dengan dakwah serta pembinaan umat demi kemajuan Kalimantan Selatan,” tambahnya.
Sementara itu, dalam arahannya, KH Cholil Nafis menegaskan bahwa besarnya jumlah kepengurusan MUI Kalsel mencerminkan tingginya semangat tokoh masyarakat dan organisasi untuk berkhidmat di MUI.
Ia berharap seluruh pengurus dapat bersatu menjalankan misi MUI dalam menjaga persatuan bangsa dan kemaslahatan umat.
Editor: Muhammad Tamyiz


