lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Kelangkaan minyak goreng merek Minyakita mulai dirasakan masyarakat di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, dalam beberapa waktu terakhir. Produk yang selama ini menjadi pilihan karena harga terjangkau itu kini sulit ditemukan di sejumlah toko dan pasar tradisional.
Kondisi tersebut memaksa warga beralih ke minyak goreng kemasan lain. Namun, harga yang lebih tinggi membuat pengeluaran rumah tangga ikut meningkat, terutama bagi masyarakat menengah ke bawah.
Kelangkaan ini juga berdampak pada pedagang. Stok Minyakita yang terbatas membuat mereka tidak mampu memenuhi permintaan pembeli. Bahkan, sebagian pedagang memilih tidak menjual karena pasokan dari distributor tersendat.
Salah seorang pedagang di Pasar Pelaihari, Dani, mengatakan pasokan Minyakita mulai berkurang hingga akhirnya kosong di pasaran.
“Kosongnya Minyakita, informasinya karena kenaikan harga plastik kemasan,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Ia menyebut, sebelum langka, harga Minyakita di tingkat pasar berada di kisaran Rp35.000 untuk kemasan 2 liter dan Rp18.000 untuk kemasan 1 liter. Namun, harga sempat naik hingga Rp40.000 per 2 liter sebelum stok benar-benar habis.
Menurut Dani, di beberapa daerah lain seperti Banjarmasin, Minyakita masih tersedia, tetapi dengan harga yang lebih tinggi dari biasanya.
“Kondisi ini membuat masyarakat mulai beralih ke merek lain sebagai alternatif,” katanya.
Kelangkaan dan kenaikan harga ini dikhawatirkan berdampak pada daya beli masyarakat, terutama untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Editor: Rizki


