lenterakalimantan.com, TANAH BUMBU – Tim gabungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) dengan menyasar sejumlah hotel, penginapan, hingga tempat hiburan malam di Kecamatan Simpang Empat dan Batulicin, Rabu (21/5/2026) malam.
Operasi tersebut melibatkan personel dari Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu bersama unsur Disdukcapil, Disbudporapar, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta Subdenpom VI/2-3 Batulicin.
Sebelum razia dimulai, seluruh personel mengikuti apel dan briefing untuk menyusun strategi pelaksanaan agar operasi berjalan aman dan kondusif. Tim kemudian dibagi menjadi dua kelompok untuk melakukan penyisiran di dua wilayah berbeda.
Kepala Satpol PP dan Damkar Tanah Bumbu, Syaikul Ansari, mengungkapkan bahwa dalam operasi di wilayah Kecamatan Simpang Empat, petugas berhasil menjaring 15 pasangan yang diduga bukan suami istri di sejumlah kamar hotel dan penginapan.
“Bahkan ada satu kamar yang ditemukan dihuni dua perempuan dan satu laki-laki,” ujar Syaikul kepada awak media usai operasi.
Sementara itu, tim yang bertugas di Kecamatan Batulicin mengamankan satu pasangan diduga bukan suami istri serta empat perempuan yang diduga terlibat praktik prostitusi daring melalui aplikasi MiChat.
Petugas juga menemukan tiga perempuan di warung remang-remang tanpa dilengkapi kartu tanda penduduk (KTP).
Seluruh orang yang terjaring dalam operasi tersebut langsung dibawa ke Mako Damkar Simpang Empat guna menjalani pendataan dan pemeriksaan lebih lanjut.
Selain melakukan pendataan terhadap para terjaring razia, petugas turut mengamankan sedikitnya 28 botol. minuman beralkohol beserta sejumlah botol kosong bekas konsumsi sebagai barang bukti dugaan pelanggaran.
Syaikul Ansari menegaskan, operasi Pekat tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Tanah Bumbu Nomor 2 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Ketertiban Umum, Ketenteraman Masyarakat, dan Perlindungan Masyarakat.
“Kegiatan ini bertujuan menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap kondusif,” tegasnya.
Editor : Muhammad Tamyiz


