lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Pembangunan Jembatan Garuda di Desa Handil Labuan Amas, Kecamatan Bumi Makmur, Kabupaten Tanah Laut, memasuki tahapan konstruksi baru.
Personel Kodim 1009/Tanah Laut mulai melakukan pembongkaran bekisting pada struktur menara pylon setelah beton mencapai kekuatan awal yang dipersyaratkan, Rabu (3/6/2026).
Pembongkaran dilakukan secara bertahap dengan melepas panel bekisting, pengaku, serta sistem pengikat yang sebelumnya berfungsi menjaga dimensi dan posisi struktur saat proses pengecoran.
Tahapan ini bertujuan meningkatkan sirkulasi udara pada permukaan beton agar proses pengerasan dan pelepasan kadar air berlangsung lebih optimal.
Sebelum pembongkaran, tim teknis yang dipimpin Pelda M. Fauzi terlebih dahulu melakukan pemeriksaan visual untuk memastikan tidak terdapat deformasi, retakan, maupun cacat pada permukaan beton. Setelah dinyatakan memenuhi standar, pembongkaran dilakukan secara berurutan, dimulai dari bagian yang tidak lagi menahan beban.
Perwira Pengawas pembangunan Jembatan Garuda, Kapten Czi Saiful Bahri, mewakili Dandim 1009/Tanah Laut Letkol Inf Adhy Irawan, menjelaskan bahwa proses ini merupakan tahapan normal dalam pekerjaan konstruksi.
“Pembongkaran bekisting tidak hanya mempercepat proses pengeringan, tetapi juga menjadi momen evaluasi presisi dimensi menara pylon sebagai struktur utama penopang kabel jembatan. Hasilnya menunjukkan konstruksi sesuai dengan perencanaan,” ujarnya.
Selanjutnya, pekerjaan akan dilanjutkan dengan perapihan permukaan beton, pemasangan komponen pendukung, serta persiapan struktur lanjutan. Progres ini menjadi indikator bahwa pembangunan berjalan sesuai tahapan yang telah direncanakan.
Jembatan Garuda Hubungkan Akses Jalan yang Terputus
Pembangunan Jembatan Garuda dimulai sejak April 2026 dan ditandai dengan peletakan batu pertama pada 6 April 2026. Proyek ini diharapkan menjadi solusi bagi masyarakat dalam menghubungkan kembali akses jalan yang selama ini terputus.
Dandim 1009/Tanah Laut Letkol Inf Adhy Irawan sebelumnya menegaskan bahwa kehadiran jembatan ini akan berdampak signifikan terhadap mobilitas warga, termasuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan pelayanan sosial.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mendukung serta menjaga keamanan selama proses pembangunan berlangsung agar proyek dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat luas.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama proses pembangunan berlangsung. Dengan kerja sama yang baik, proyek ini diharapkan selesai tepat waktu dan memberi manfaat besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan infrastruktur tersebut.
Editor: Rizki


