lenterakalimantan.com, TANJUNG – Di tengah catatan inflasi year-on-year sebesar 3,81 persen dan deflasi bulanan mencapai 0,41 persen, Pemerintah Kabupaten Tabalong memperketat pengawasan harga pasar melalui aksi intervensi langsung.
Langkah tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Tabalong di Aula BPKAD, Rabu (10/6/2026), guna memastikan stabilitas harga bahan pokok di Bumi Sarabakawa.
Rakor dipimpin langsung oleh Bupati Tabalong, M. Noor Rifani, serta dihadiri oleh Kepala BPS Tabalong, Husnalia.
Berdasarkan data yang dihimpun, inflasi year-on-year (y-on-y) Kabupaten Tabalong berada di angka 3,81 persen, sementara secara month-to-month (m-to-m) terjadi deflasi sebesar 0,41 persen.
Rifani mengatakan bahwa pemerintah daerah terus melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan harga di pasar tradisional.
Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mengantisipasi potensi gejolak harga yang dipicu oleh faktor eksternal, seperti fluktuasi harga BBM dan keterlambatan pasokan dari luar daerah.
“Memang barusan sama-sama kita lihat sejumlah bahan dan barang mengalami deflasi. Ini berarti tim TPID kita sudah melakukan langkah-langkah sesuai rencana aksi untuk memastikan harga kebutuhan di daerah tetap stabil,” ujarnya.
Ia menegaskan, target pemerintah saat ini bukan sekadar menghadirkan harga murah, tetapi menjaga stabilitas harga agar tetap terjangkau bagi masyarakat.
Untuk menjaga kondisi tersebut, Pemkab Tabalong telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Dalam jangka pendek, intervensi dilakukan melalui pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat.
Penguatan Kerja Sama Antardaerah dengan Pemasok
Selain itu, pemerintah juga memperkuat Kerja Sama Antardaerah (KAD) dengan wilayah pemasok guna memastikan distribusi logistik tetap lancar dan aman.
Sementara untuk jangka panjang, pemerintah daerah telah mengidentifikasi komoditas pangan utama yang kerap menjadi penyumbang inflasi tertinggi.
“Jangka panjangnya, kita sudah mengidentifikasi bahan pokok yang sering menyumbang inflasi. Solusinya adalah dengan meningkatkan penanaman dan memperluas luasan tanam di Kabupaten Tabalong, jelasnya.
Melalui penguatan sektor pertanian lokal, Bupati optimistis Tabalong secara bertahap dapat mengurangi ketergantungan pada pasokan dari luar daerah.
“Harapan kita, dengan menggenjot produksi lokal, Tabalong bisa mandiri dan mampu memenuhi kebutuhan pasar sendiri,” pungkasnya.
Editor: Rizki


