lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Beredarnya kabar dugaan permintaan dana sebesar Rp150 juta yang menyeret nama KONI Kabupaten Tanah Laut akhirnya mendapat klarifikasi dari Pengurus Cabang Barongsai Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (13/6/2026).
Isu tersebut bermula dari unggahan video di akun Instagram @timpakul404 yang menyebut adanya permintaan uang Rp150 juta oleh KONI Tanah Laut. Video yang beredar beberapa hari terakhir itu sempat menjadi perhatian publik dan ramai diperbincangkan warganet, bahkan turut menandai akun Instagram Bupati Tanah Laut.
Menanggapi hal tersebut, Pengurus Cabang Barongsai Kalimantan Selatan menegaskan bahwa informasi dalam video tersebut tidak benar.
Ketua Pengurus Cabang Barongsai Provinsi Kalimantan Selatan, Rizky, mengatakan pihaknya telah melakukan penelusuran dan memastikan kabar yang beredar tidak sesuai fakta.
“Kami menemukan sebuah video yang menyebut KONI Tanah Laut meminta uang Rp150 juta. Itu tidak benar,” ujarnya.
Ia menambahkan, klarifikasi tersebut disampaikan secara terbuka tanpa adanya tekanan dari pihak mana pun. Rizky juga memastikan bahwa bonus untuk atlet barongsai telah disalurkan kepada yang berhak.
“Uang bonus atlet barongsai sudah kami serahkan kepada atlet yang bersangkutan,” tegasnya.
Penjelasan KONI Tanah Laut
Sementara itu, Ketua KONI Tanah Laut, Muhammad Fahrianoor, menyampaikan bahwa pihaknya selama ini fokus untuk mendukung kesuksesan pelaksanaan Porprov XII di Tanah Laut.
Menurutnya, keberhasilan Tanah Laut menjadi tuan rumah yang baik sekaligus meraih prestasi sebagai juara umum merupakan hasil kerja sama berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, KONI, pengurus cabang olahraga, atlet, hingga pelatih.
“Alhamdulillah, Tala menjadi tuan rumah yang ramah dan baik, serta prestasi atlet berhasil berada di puncak hingga menjadi juara umum,” katanya.
Fahrianoor juga menjelaskan bahwa bonus bagi atlet dan pelatih merupakan bentuk apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Tanah Laut yang disalurkan langsung melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) ke rekening masing-masing penerima.
“KONI Tala tidak pernah meminta bonus tersebut. Penyaluran dilakukan langsung oleh Dispora kepada atlet dan pelatih peraih medali,” jelasnya.
Dengan adanya klarifikasi ini, pihak terkait berharap masyarakat dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi di media sosial serta tidak mudah mempercayai kabar yang belum terverifikasi.
Editor: Rizki


