lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Upaya memperkuat pemahaman masyarakat terhadap nilai-nilai Pancasila terus dilakukan Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel), Suripno Sumas. Kali ini, Ketua Fraksi PKB DPRD Kalsel tersebut menggelar Sosialisasi Revitalisasi dan Aktualisasi Nilai-Nilai Ideologi Pancasila (Wawasan Kebangsaan) yang diikuti warga Kecamatan Banjarmasin Tengah.
Berbeda dari sosialisasi pada umumnya, kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk tausyiah dengan memadukan materi kebangsaan dan nilai-nilai keislaman. Pendekatan itu diharapkan mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat bahwa semangat berbangsa dan beragama dapat berjalan beriringan.
Dalam pemaparannya, Suripno menegaskan bahwa Pancasila merupakan fondasi utama kehidupan berbangsa yang harus terus dipahami dan diamalkan oleh seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan menjadi penting di tengah berbagai tantangan yang dapat memengaruhi persatuan bangsa.
“Melalui kegiatan ini kami ingin mengingatkan kembali bahwa Pancasila adalah dasar negara sekaligus pedoman dalam kehidupan bermasyarakat. Nilai-nilainya harus terus dijaga agar cita-cita para pendiri bangsa tetap terpelihara,” ujarnya.
Ia menilai, penyampaian materi melalui pendekatan keagamaan dapat memperkuat pemahaman masyarakat terhadap pentingnya menjaga persatuan, membangun toleransi, serta menumbuhkan karakter yang berakhlak dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut Suripno, semangat nasionalisme tidak cukup hanya diwujudkan melalui rasa cinta tanah air, tetapi juga harus tercermin dalam perilaku yang menghormati perbedaan, menjunjung kebersamaan, dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pada kesempatan yang sama, narasumber Ustadz Muhari mengulas keterkaitan nilai-nilai Pancasila dengan ajaran Islam. Ia menyoroti pentingnya pengamalan sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai landasan membangun hubungan yang baik dengan Tuhan sekaligus menghargai keberagaman keyakinan di tengah masyarakat.
Selain itu, ia menekankan makna sila ketiga, Persatuan Indonesia, sebagai pijakan untuk memperkuat persaudaraan dan menjaga kerukunan di tengah kemajemukan suku, agama, ras, maupun budaya.
“Perbedaan bukan alasan untuk saling menjauh. Justru keberagaman merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama demi kemajuan Indonesia,” kata Muhari.
Melalui sosialisasi tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memahami nilai-nilai Pancasila secara konseptual, tetapi juga mampu mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud komitmen menjaga persatuan dan memperkokoh keutuhan NKRI.
Editor: Tim Redaksi


