lenterakalimantan.com, TENGGARONG – Kunjungan Gubernur Kalimantan Timur, Rudy Mas’ud, ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Jumat (3/7/2026), membawa angin segar bagi ratusan warga binaan. Tidak hanya memborong hasil karya mereka, ia juga berkomitmen untuk membantu penyelesaian pembangunan gedung baru lapas yang selama ini mengalami kelebihan kapasitas.
Dalam kunjungan tersebut, Rudy Mas’ud yang akrab disapa Harum didampingi oleh Ketua TP PKK Kaltim, Sarifah Suraidah Harum. Kehadiran keduanya disambut antusias oleh ratusan warga binaan.
“Ikan hiu, ikan layang. I love you, Sayang,” sapa Harum yang langsung disambut tepuk tangan meriah dari para warga binaan.
Mengawali kunjungan, dirinya meninjau berbagai kegiatan pembinaan keterampilan, mulai dari menjahit, menyulam, hingga merajut. Ia kemudian memesan 100 boneka rajut yang mengenakan pakaian adat Dayak Kalimantan Timur sebagai suvenir Pemerintah Provinsi Kaltim.
Buka Peluang bagi Warga Binaan Lapas untuk Tampil di Kegiatan Resmi Pemerintah
Tak hanya kerajinan tangan, Harum juga memesan berbagai produk kue dan roti hasil karya warga binaan. Bahkan, ia memastikan produk tersebut akan disajikan hingga ke ruang kerjanya.
“Kue produk warga binaan Lapas Perempuan ini bukan hanya masuk Kantor Gubernur, tapi juga ke ruang kerja saya,” katanya, yang kembali mendapat sambutan hangat.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan kreativitas, Harum juga membuka peluang bagi kelompok tari dan band warga binaan untuk tampil dalam berbagai kegiatan resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Saya yakin kalian adalah wanita-wanita kuat. Kita tidak akan bicara masa lalu, tapi masa yang akan datang. Kita buka lembaran baru,” ucapnya, memberi semangat.
Gubernur Kaltim Soroti Overkapasitas Lapas Perempuan Tenggarong
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyoroti kondisi Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong yang saat ini mengalami overkapasitas. Lapas yang hanya dirancang untuk menampung 135 orang kini dihuni sekitar 357 warga binaan, sementara sebagian lainnya masih dititipkan di sejumlah lapas lain di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara.
Melihat kondisi tersebut, ia meminta Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Kalimantan Timur mengupayakan dukungan anggaran untuk menyelesaikan pembangunan gedung baru lapas.
“Kita tidak bicara anggaran, tapi ini sudah kemanusiaan,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi Kaltim berencana mengalokasikan bantuan sekitar Rp20 miliar untuk melanjutkan pembangunan gedung baru. Bantuan itu diupayakan melalui pergeseran anggaran tahun 2026, dan apabila belum memungkinkan akan dimasukkan dalam APBD Tahun 2027.
Total kebutuhan pembangunan gedung baru diperkirakan mencapai Rp28 miliar. Dari jumlah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah lebih dulu mengalokasikan anggaran sebesar Rp8 miliar.
Selain memberikan dukungan terhadap program pembinaan, secara pribadi Rudy Mas’ud bersama Sarifah Suraidah Harum juga menyerahkan bantuan uang tunai kepada seluruh warga binaan.
Apresiasi dari Pihak Lapas Perempuan Tenggarong
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Riva Dilyanti, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
“Terima kasih, Pak Gubernur sudah mau berbagi kepada warga binaan kami dan membeli produk-produk kerajinan mereka. Menjadi suatu kebanggaan bagi kami bisa berkarya di tengah keterbatasan kami,” tuturnya.
Turut mendampingi Gubernur dalam kunjungan tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, para asisten dan pimpinan OPD Pemprov Kaltim, Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, Kepala Kantor Wilayah Imigrasi dan Pemasyarakatan Kaltim, Endang Lintang Hardiman, serta jajaran Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong.
Editor: Rizki


