lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) Suripno Sumas, mengajak masyarakat memanfaatkan berbagai program pendidikan yang disiapkan pemerintah, termasuk Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, sebagai upaya memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ajakan tersebut disampaikan Suripno saat menjadi narasumber dalam kegiatan Sosialisasi Peraturan DaSekolah Rakyaterah (Sosper) yang dihadiri masyarakat di Banjarmasin.
Menurut Suripno, pemerintah saat ini terus memperkuat pembangunan sektor pendidikan melalui beragam kebijakan, baik di jalur formal maupun nonformal. Kehadiran Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda dinilai menjadi bagian dari strategi untuk memberikan kesempatan belajar yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Program ini merupakan peluang besar untuk meningkatkan kualitas pendidikan, termasuk di Kalimantan Selatan. Harapannya, rata-rata lama sekolah masyarakat yang saat ini sekitar delapan tahun dapat meningkat hingga 13 tahun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat dirancang untuk memberikan akses pendidikan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu sehingga mereka tetap memiliki kesempatan memperoleh layanan pendidikan yang layak.
Sementara itu, Sekolah Garuda dipersiapkan sebagai lembaga pendidikan yang berfokus pada pembinaan peserta didik berprestasi agar mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan menjadi generasi unggul.
“Melalui Sekolah Garuda, diharapkan lahir sumber daya manusia berkualitas yang nantinya mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa,” katanya.
Selain itu, Suripno mengingatkan masyarakat agar tidak lagi membedakan kualitas pendidikan antara sekolah negeri dan sekolah swasta. Menurutnya, pemerintah telah memberikan dukungan agar sekolah swasta terus berkembang dan mampu memberikan layanan pendidikan yang kompetitif.
“Orang tua tidak perlu berkecil hati apabila anaknya belum diterima di sekolah negeri. Saat ini banyak sekolah swasta yang memiliki kualitas pendidikan yang baik dan terus mendapat dukungan pemerintah,” tuturnya.
Pada kesempatan yang sama, narasumber lainnya, Sugiarto Sumas, menjelaskan bahwa proses penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat akan dilakukan secara selektif agar program tersebut benar-benar menyasar kelompok yang membutuhkan.
Ia mengatakan, prioritas diberikan kepada anak-anak yang berasal dari keluarga pada kelompok desil 1 dan desil 2 atau masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
“Penerimaan peserta didik Sekolah Rakyat diprioritaskan bagi anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2 agar program ini tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi mereka yang benar-benar membutuhkan,” ujarnya.
Sugiarto juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menyiapkan transformasi Sekolah Banua menjadi Sekolah Garuda. Berbagai fasilitas penunjang, mulai dari asrama hingga tenaga pendidik, telah tersedia untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Program Sekolah Garuda sudah mulai berjalan sejak tahun lalu. Tahun ini kembali dibuka penerimaan peserta didik baru sesuai mekanisme seleksi yang telah ditetapkan pemerintah,” pungkasnya.
Editor: Tim Redaksi


