lenterakalimantan.com, BARITO KUALA – Persoalan kebersihan lingkungan di kawasan Desa Roham Raya, Kecamatan Wanaraya, Kabupaten Barito Kuala, menjadi perhatian DPC Partai Demokrat Barito Kuala.
Puluhan kader Demokrat turun langsung membersihkan sejumlah aliran sungai dan kawasan sekitar jalan provinsi, Jumat (7/8/2026). Aksi tersebut dilakukan dengan membabat semak belukar serta membersihkan area pinggir sungai menggunakan arit dan parang.
Kegiatan itu merupakan bagian dari gerakan Indonesia Asri Langit Biru dalam rangka memperingati HUT ke-25 Partai Demokrat. Gerakan tersebut sekaligus menjadi bentuk kepedulian kader terhadap kondisi lingkungan dan persoalan yang dihadapi masyarakat.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Barito Kuala, H. Zahruddinsyah, S.ST., mengatakan kegiatan tersebut melibatkan kader dari sejumlah kecamatan.
“Jadi hari ini kegiatannya ada beberapa kader, perwakilan dari beberapa kecamatan, yang menyelenggarakan aksi bersih-bersih di Desa Roham Raya, Wanaraya,” ujarnya.
Menurutnya, pembersihan tidak hanya menyasar kawasan sungai, tetapi juga lingkungan sekitar dan pinggir jalan provinsi.
“Kegiatannya untuk pembersihan lingkungan, saluran sungai, dan sekitar pinggir jalan provinsi,” katanya.
Di balik aksi bersih-bersih tersebut, warga setempat juga menyampaikan sejumlah persoalan lingkungan yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.
Eva Herawati, warga Desa Roham Raya sekaligus Srikandi DPC Partai Demokrat Barito Kuala, mengatakan hingga kini belum tersedia tempat pembuangan sampah yang memadai di kawasan tersebut.
Selain persoalan sampah, warga juga mengeluhkan belum tersedianya saluran air yang baik. Kondisi itu disebut menjadi salah satu penyebab kawasan tersebut kerap mengalami banjir.
“Untuk pembuangan sampahnya belum ada. Jadi masih perlu tempat atau tong sampah. Saluran air juga belum ada, sehingga masih banyak terjadi banjir,” ungkap Eva.
Keluhan lainnya berkaitan dengan penerangan jalan. Eva menyebut kawasan yang dinilai rawan tersebut masih minim penerangan, bahkan lampu penerangan di sekitar lokasi telah mati sekitar tiga bulan.
“Untuk daerah rawan di sini tidak ada penerangan sama sekali. Kalau penerangan ini sekitar tiga bulanan mati total,” ujarnya.
Ia berharap persoalan tersebut mendapat perhatian pemerintah, terutama terkait penyediaan tempat pembuangan sampah, perbaikan saluran air, dan penerangan lingkungan.
“Harapannya pihak pemerintah bisa menangani,” katanya.
Sementara itu, Zahruddinsyah menegaskan aksi lingkungan tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Demokrat Batola juga tengah melakukan konsolidasi internal untuk memperkuat struktur dan kader hingga tingkat akar rumput.
“Ke depannya kami masih konsolidasi di grassroot bawah, memperkuat sendi-sendi semua kader Demokrat di Barito Kuala,” jelasnya.
Ia berharap soliditas tersebut menjadi modal bagi Partai Demokrat untuk kembali mendapatkan kepercayaan masyarakat dan meraih kursi di DPRD Kabupaten Barito Kuala.
“Harapan kami ke depannya bisa kembali mendapat kursi di DPRD Barito Kuala. Yang penting solid, semangat, dan terus berjuang,” pungkasnya.
Editor : Tamyiz


