lenterakalimantan.com, TANJUNG – Pemerintah Kabupaten Tabalong mendorong koperasi konvensional yang masih aktif agar memperkuat usaha dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya. Langkah ini dinilai penting menyusul masih banyak koperasi di daerah tersebut yang tidak lagi aktif dan mengalami stagnasi.
Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Tabalong, Soleh, mengatakan sebagian koperasi konvensional tidak lagi menjalankan aktivitas karena pengurusnya pindah, meninggal dunia, atau tidak ada yang melanjutkan kepengurusan.
“Kita akui banyak koperasi yang sudah tidak eksis lagi dan itu akan dibekukan. Dari banyaknya koperasi yang sudah tidak ada pengurusnya, ada juga koperasi konvensional yang masih jalan dan bertumbuh,” kata Soleh.
Hal tersebut disampaikannya saat peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Kabupaten Tabalong di Desa Catur Karya, Kecamatan Haruai, Kamis (23/7/2026).
Menurut Soleh, persoalan lain yang dihadapi sejumlah koperasi adalah tidak terlaksananya Rapat Anggota Tahunan (RAT) dan lemahnya pertanggungjawaban keuangan. Kondisi tersebut membuat sebagian koperasi sulit berkembang dan akhirnya mengalami stagnasi.
Karena itu, DKUPP Tabalong mendorong koperasi yang masih aktif untuk memperkuat tata kelola sekaligus mengembangkan usaha yang sesuai dengan kebutuhan anggotanya.
“Koperasi konvensional ini kan sudah lama keberadaannya. Kami berharap dua koperasi yang dibentuk ini menjadi contoh koperasi konvensional yang mandiri dan usaha-usahanya bisa dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Soleh mengatakan pengembangan usaha koperasi ke depan dapat diarahkan pada sektor yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, seperti penyediaan alat dan sarana produksi pertanian serta distribusi kebutuhan rumah tangga.
Salah satu koperasi yang mulai mengembangkan sistem usaha tersebut adalah Koperasi Guyub Bauntung. Koperasi ini bahkan telah memiliki e-katalog yang memungkinkan produk dan layanan usahanya diakses secara lebih luas.
“Ke depan pemerintah daerah bisa memanfaatkan apa yang diusahakan koperasi ini,” katanya.
Sementara itu, Bupati Tabalong HM Noor Rifani mengatakan keberadaan koperasi tidak harus ditandai dengan banyaknya jumlah koperasi, tetapi dari kemampuan koperasi dalam memperkuat dan meningkatkan kesejahteraan anggotanya.
Menurutnya, koperasi sebaiknya dibangun berdasarkan kesamaan kebutuhan dan potensi usaha masyarakat.
“Tidak perlu banyak koperasi konvensional, tetapi bagaimana satu koperasi membackup anggotanya dan berkembang dengan pesat,” kata Noor Rifani.
Ia mencontohkan petani dapat membentuk koperasi yang menyediakan alat serta kebutuhan pertanian. Begitu pula petani karet dapat berhimpun dalam koperasi untuk memperkuat posisi dan meningkatkan manfaat ekonomi bagi para anggotanya.
“Dengan berkembangnya koperasi bisa membantu ekonomi masyarakat maupun para anggotanya,” ujarnya.
Pemkab Tabalong berharap koperasi konvensional yang masih aktif dapat tumbuh menjadi lembaga ekonomi yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan, sehingga keberadaannya tidak hanya sebatas organisasi, tetapi benar-benar memberikan manfaat bagi anggota dan perekonomian masyarakat.


