lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Kabut asap yang menyelimuti wilayah Banjarmasin mulai berdampak terhadap aktivitas pariwisata, salah satunya wisata susur sungai di kawasan Siring Tendean.
Penurunan kunjungan wisatawan turut dirasakan oleh para pelaku usaha kelotok yang sehari-hari membawa pengunjung menyusuri sungai.
Saibani, juragan kelotok di kawasan Siring Tendean, mengatakan aktivitas kelotok mengalami penurunan yang cukup signifikan selama kondisi kabut asap. Dalam kondisi normal, jumlah kelotok yang beroperasi bisa mencapai sekitar 15 unit dalam sehari.
“Biasanya bisa sampai 15 kelotok, sekarang paling sekitar lima unit kelotok,” ujarnya, Senin (5/10/2026).
Selain berkurangnya aktivitas wisatawan, Saibani juga merasakan kondisi air sungai yang mulai surut dalam beberapa hari terakhir.
Meski demikian, kondisi tersebut belum menjadi kendala bagi operasional kelotok.
Baca juga:Air Baku Banjarmasin Menyusut 30 Persen, Wali Kota Yamin Dorong Embung Jadi Cadangan
Menurutnya, kelotok masih dapat digunakan untuk membawa wisatawan menyusuri sungai meski volume air mulai berkurang. Aktivitas wisata susur sungai pun tetap berjalan di tengah menurunnya jumlah pengunjung akibat kabut asap.
Sementara itu, pedagang kaki lima di sekitar kawasan Siring Tendean masih terlihat menjalankan aktivitasnya. Mereka tetap membuka lapak meski kondisi kawasan wisata tidak seramai biasanya.
Kondisi ini menunjukkan dampak kabut asap tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan, tetapi juga mulai memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya pelaku usaha wisata di bantaran sungai.
Editor: Rizki


