lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Pemerintah Kabupaten Tanah Laut mengerahkan puluhan armada untuk memperluas distribusi air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat kemarau panjang.
Puluhan mobil tangki dan kendaraan pengangkut tandon air dilepas dari Kantor Dinas Sosial Tanah Laut, Jalan Hadji Boejasin, Kelurahan Angsau, Pelaihari, Selasa (6/10/2026).
Pelepasan armada tersebut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Tanah Laut Ismail Fahmi yang mewakili Bupati Rahmat Trianto, Kepala Dinas Sosial Eko Trianto, Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut Aspi Setia Rahman, sejumlah kepala SKPD, serta relawan Tagana dan BPBD.
Ismail Fahmi mengatakan, penanganan krisis air bersih dilakukan secara bersama antara pemerintah daerah dan pihak swasta.
Dari 11 kecamatan di Tanah Laut, tiga wilayah yang merupakan kawasan industri, yakni Jorong, Batu Ampar, dan Kintap, mendapat dukungan penanganan dari perusahaan swasta. Sementara kecamatan lainnya ditangani Pemkab Tanah Laut.
“Selama ini kita melihat situasi di lapangan. Kawan-kawan BPBD dan Dinsos yang menjadi tugas untuk penyaluran air bersih, termasuk juga kawan-kawan camat,” ujar Ismail.
Sudah 110 Ribu Liter Disalurkan
Sejak penyaluran intensif dimulai pada 29 September 2026, Pemkab Tanah Laut mencatat sudah 110.000 liter air bersih yang disalurkan kepada masyarakat.
Pada tahap awal, bantuan diprioritaskan untuk tempat ibadah dan pondok pesantren. Namun, karena kondisi kekeringan semakin meluas, distribusi kini diperluas langsung ke permukiman warga.
“Karena situasi ini semakin hari tingkat kekurangan air dari masyarakat semakin bertambah. Tercatat ada 21 desa yang sudah disebarkan untuk bantuan penyaluran air,” jelas Ismail.
Pendistribusian dilakukan secara bergiliran berdasarkan jadwal yang telah disusun pemerintah daerah.
Sejumlah wilayah yang mendapat penyaluran antara lain Kecamatan Pelaihari, Tambang Ulang, Panyipatan, Bati-Bati, Bajuin, dan Takisung.
Libatkan 16 SKPD untuk Percepatan Distribusi
Untuk mempercepat distribusi, Pemkab Tanah Laut melibatkan armada operasional dari 16 SKPD.
Armada pendukung berasal dari sejumlah instansi, di antaranya Dinas Sosial, DPMPTSP, Disnakerind, Distanhorbun, Dishub, BPKAD, Dispusip, Diskumdag, BKPSDM, Bapenda, Dinkes, Disdikbud, Sekretariat DPRD, dan DPRKPLH.
“Tidak semua SKPD, karena tidak semua mempunyai peralatan pendukung seperti mobil pikap. Bantuan dukungan dari beberapa SKPD ada 16 SKPD dari 29 SKPD,” kata Ismail.
Pemkab juga membuka kemungkinan untuk melibatkan SKPD lainnya apabila kebutuhan air bersih terus meningkat.
Air Gratis dari PDAM dan BPBD
Air yang disalurkan kepada masyarakat diperoleh secara gratis dari sejumlah sumber, termasuk fasilitas PDAM Tanah Laut dan sumber air milik BPBD.
Pemkab juga membuka kesempatan bagi desa-desa yang berada dekat dengan sumber air untuk melakukan pengambilan air secara langsung.
Posko pengambilan air di depan Kantor BPBD Tanah Laut masih disiagakan bagi masyarakat yang membutuhkan.
Bagi warga yang desanya belum mendapatkan bantuan, laporan dapat disampaikan melalui pemerintah kecamatan maupun Dinas Sosial.
Pemkab Tanah Laut mengakui masih terdapat keterbatasan armada dan tenaga di lapangan. Namun, koordinasi antarinstansi terus dilakukan agar distribusi dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak secara bertahap.
“Kita tetap mengupayakan. Mudah-mudahan dengan bantuan yang sudah kita kirim itu bisa mengurangi beban masyarakat terhadap kebutuhan air,” pungkas Ismail Fahmi.
Editor: Rizki


