• Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Kabupaten Banjar
      • Balangan
      • Hulu Sungai Selatan
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tabalong
      • Tanah Bumbu
      • Tanah Laut
      • Sukamara
      • Tapin
    • KALIMANTAN TENGAH
      • Palangka Raya
      • Pulang Pisau
      • Seruyan
      • Murung Raya
      • Kotawaringin Timur
      • Barito Selatan
      • Kotawaringin Barat
      • Katingan
      • Kapuas
      • Gunung Mas
      • Barito Utara
      • Barito Timur
    • KALIMANTAN TIMUR
      • Samarinda
      • Bontang
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Timur
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
    • KALIMANTAN BARAT
      • Sambas
      • Mempawah
      • Sanggau
      • Ketapang
      • Sintang
      • Kapuas Hulu
      • Bengkayang
      • Landak
      • Sekadau
      • Melawi
      • Kayong Utara
      • Kubu Raya
      • Pontianak
      • Singkawang
    • KALIMANTAN UTARA
      • Bulungan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Tarakan
      • Tana Tidung
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Reading: OJK Klaim Perbankan Kalsel Stabil, Kredit Modal Kerja Justru Anjlok 8,23 Persen
Share
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Font ResizerAa
  • Berita
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN BARAT
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN UTARA
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Opini
Search
  • Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
    • KALIMANTAN TENGAH
    • KALIMANTAN TIMUR
    • KALIMANTAN BARAT
    • KALIMANTAN UTARA
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Follow US
Copyright © 2024 Lentera Kalimantan By LIMBO. All Rights Reserved.
Home OJK Klaim Perbankan Kalsel Stabil, Kredit Modal Kerja Justru Anjlok 8,23 Persen
KALIMANTAN SELATAN

OJK Klaim Perbankan Kalsel Stabil, Kredit Modal Kerja Justru Anjlok 8,23 Persen

Muhammad Tamyiz
Oktober 28, 2026 10:48 am
Muhammad Tamyiz
Share
7 Min Read
SHARE

Lenterakalimantan.com, BANJARMASIN — Klaim stabilitas sektor jasa keuangan di Kalimantan Selatan yang disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyisakan sejumlah catatan. Di tengah pertumbuhan kredit perbankan sebesar 6,71 persen pada Januari 2026, kredit modal kerja justru mengalami kontraksi 8,23 persen. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai kualitas pertumbuhan pembiayaan dan sejauh mana sektor keuangan menopang aktivitas usaha produktif di daerah.

Contents
Pertumbuhan Kredit Belum Menjawab Kebutuhan UMKMOJK Perlu Mengurai Penurunan Aset Perbankan SyariahPertumbuhan Ekonomi Tinggi, Pengawasan Tak Boleh Berpuas DiriPublik Berhak Mendapat Penjelasan Lebih Terperinci

Kepala OJK Provinsi Kalimantan Selatan, Agus Maiyo, menyebut kinerja lembaga jasa keuangan di Kalsel pada Januari 2026 tetap stabil dengan risiko yang terjaga. Penilaian tersebut didasarkan pada sejumlah indikator perbankan, termasuk pertumbuhan kredit, penghimpunan dana masyarakat, dan rasio kredit bermasalah.

Namun, di balik angka pertumbuhan yang positif, terdapat dinamika yang patut dicermati. Ketika kredit investasi tumbuh 28,16 persen dan kredit konsumsi meningkat 6,78 persen, kredit modal kerja justru terkontraksi 8,23 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Perbedaan arah pertumbuhan tersebut penting diperhatikan karena kredit modal kerja berkaitan dengan kebutuhan operasional usaha, mulai dari pembelian bahan baku hingga pembiayaan aktivitas produksi dan perdagangan.

Data tersebut belum cukup untuk menyimpulkan bahwa pelaku usaha Kalsel sedang mengalami kesulitan pembiayaan. Namun, kontraksi kredit modal kerja menjadi indikator yang layak mendapat penjelasan lebih jauh dari OJK, terutama mengenai penyebab penurunan dan dampaknya terhadap sektor usaha produktif.

Pertumbuhan Kredit Belum Menjawab Kebutuhan UMKM

Pada Januari 2026, penyaluran kredit perbankan di Kalimantan Selatan mencapai Rp82,29 triliun atau tumbuh 6,71 persen secara tahunan. Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross tercatat sebesar 2,63 persen.

Sementara itu, porsi kredit untuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) baru mencapai 26,86 persen dari total kredit perbankan di Kalsel.

Angka tersebut menjadi salah satu aspek yang perlu dicermati dalam menilai efektivitas intermediasi perbankan. Pertumbuhan kredit secara agregat belum dengan sendirinya menggambarkan pemerataan akses pembiayaan, terutama bagi UMKM yang membutuhkan modal untuk mempertahankan dan mengembangkan usahanya.

OJK perlu menjelaskan bagaimana perkembangan pembiayaan UMKM berdasarkan skala usaha dan sektor ekonomi, termasuk apakah pelaku usaha kecil memiliki akses kredit yang memadai dengan persyaratan yang terjangkau.

Apalagi, data OJK menunjukkan kredit investasi terbesar berada di Kota Banjarmasin dengan nilai Rp19,05 triliun. Sementara itu, penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) juga terkonsentrasi di kota tersebut, mencapai Rp61,2 triliun atau sekitar 62,42 persen dari total DPK Kalsel.

Konsentrasi tersebut tidak otomatis menunjukkan adanya ketimpangan pembiayaan. Akan tetapi, kondisi ini layak menjadi bahan evaluasi mengenai distribusi intermediasi perbankan antardaerah, terutama untuk memastikan aktivitas ekonomi di luar pusat perkotaan juga memperoleh dukungan pembiayaan yang memadai.

OJK Perlu Mengurai Penurunan Aset Perbankan Syariah

Catatan lain terlihat pada kinerja perbankan syariah. OJK mencatat aset perbankan syariah di Kalimantan Selatan turun 12,97 persen secara tahunan menjadi Rp10,49 triliun pada Januari 2026.

Di sisi lain, pembiayaan perbankan syariah justru meningkat 10,33 persen menjadi Rp9,36 triliun. Likuiditas tercatat sebesar 100,54 persen, sedangkan rasio pembiayaan bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) gross berada di level 2,03 persen.

Pertumbuhan pembiayaan tersebut merupakan perkembangan positif. Namun, penurunan aset yang cukup besar tetap membutuhkan penjelasan agar masyarakat memperoleh gambaran utuh mengenai kondisi industri perbankan syariah di daerah.

OJK perlu memaparkan faktor yang menyebabkan penurunan aset tersebut, apakah berkaitan dengan perubahan komposisi penghimpunan dana, perpindahan portofolio, aksi korporasi, atau faktor lainnya. Tanpa penjelasan lebih rinci, angka penurunan aset berisiko hanya menjadi statistik yang sulit dipahami masyarakat.

Di sisi pengawasan, transparansi mengenai perkembangan aset, penghimpunan dana, pembiayaan, dan risiko perbankan syariah penting untuk menjaga kepercayaan nasabah.

Pertumbuhan Ekonomi Tinggi, Pengawasan Tak Boleh Berpuas Diri

OJK juga mengaitkan kondisi sektor jasa keuangan dengan perkembangan perekonomian regional dan global. Ekonomi Kalimantan Selatan pada kuartal IV 2025 tumbuh 5,46 persen secara tahunan, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 5,19 persen.

Secara kumulatif, ekonomi Kalsel tumbuh 5,22 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,11 persen.

Agus menyebut perekonomian daerah masih ditopang sektor pertambangan dengan kontribusi 23,20 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), diikuti pertanian sebesar 12,68 persen dan industri pengolahan sebesar 11,37 persen.

Meski demikian, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas perbankan merupakan dua hal yang saling berkaitan, tetapi tidak selalu mencerminkan pemerataan manfaat ekonomi. Angka pertumbuhan yang tinggi perlu dibaca bersama perkembangan pembiayaan usaha, akses layanan keuangan, serta kualitas kredit pada masing-masing sektor.

Ketergantungan ekonomi Kalsel terhadap pertambangan juga menuntut perhatian terhadap risiko konsentrasi sektor. Perubahan harga komoditas maupun permintaan global berpotensi memengaruhi kegiatan usaha dan kemampuan debitur memenuhi kewajibannya.

OJK sendiri mengakui peningkatan tensi geopolitik pada awal 2026, termasuk di kawasan Timur Tengah dan dinamika perdagangan Amerika Serikat, berpotensi memicu volatilitas pasar keuangan global.

Karena itu, pengawasan tidak cukup berhenti pada pernyataan bahwa risiko masih terjaga. Perlu penjelasan mengenai bagaimana risiko tersebut dipantau, sektor mana yang paling rentan, dan langkah mitigasi apa yang disiapkan apabila kondisi ekonomi memburuk.

Publik Berhak Mendapat Penjelasan Lebih Terperinci

Data OJK Provinsi Kalimantan Selatan untuk Januari 2026 menunjukkan sejumlah indikator positif, termasuk pertumbuhan kredit, peningkatan DPK, dan kenaikan pembiayaan perbankan syariah. Namun, kontraksi kredit modal kerja serta penurunan aset perbankan syariah menjadi dua catatan yang patut mendapat penjelasan lebih lanjut.

Kritik terhadap penilaian stabilitas tersebut bukan berarti mengabaikan indikator positif perbankan. Sebaliknya, keterbukaan mengenai indikator yang tumbuh maupun yang menurun merupakan bagian penting dari pengawasan sektor jasa keuangan.

Sebagai otoritas pengawas, OJK perlu memastikan bahwa penilaian stabilitas tidak hanya menggambarkan kondisi industri secara agregat, tetapi juga membantu masyarakat memahami risiko dan perkembangan akses pembiayaan di daerah.

Penjelasan yang lebih terperinci mengenai penyebab kontraksi kredit modal kerja, penurunan aset perbankan syariah, dan distribusi pembiayaan UMKM akan membuat evaluasi kondisi keuangan Kalsel lebih komprehensif.

Dengan demikian, klaim stabilitas sektor jasa keuangan tidak berhenti sebagai kesimpulan statistik, tetapi disertai informasi yang cukup bagi publik untuk menilai apakah pertumbuhan perbankan benar-benar mendukung kegiatan ekonomi produktif di Kalimantan Selatan.

Terpopuler

Menutup Celah Birokrasi, Mencegah Korupsi Sejak Hulu Pemerintahan
Opini
Woow! Kopi Robusta Mangkara Dikembangkan di Tanah Laut
Berita
Hutan Galam Jadi Penambah Indahnya Panorama Alam Pantai JBG
Berita
Di Luar Areal Tambang, JBG Hijaukan DAS Tahura Seluas 3251 Hektar
Berita
Mehbob Menilai Kubu Muldoko Produksi Kebohongan Baru
Berita

You Might Also Like

Putra Abah Guru Danau Bakal Pimpin Haul Datu Kandang Haji pada 30 Oktober 2024

Sah! KPU HST Tetapkan 193.977 DPT pada Pilkada 2024, Berikut Rinciannya

Ismail Anak Wabup Tala, Maju Calon Legislatif 2024 Lewat Demokrat

Muhammad Wildan, Lifter 15 Tahun Asal Tanah Laut Siap Bertarung di Kejurnas 2026

SIPADU BERKAT Diluncurkan, Pengantin Baru di Tala Kini Urus Dokumen Sehari Jadi

Wabup Zazuli di Safari Ramadan di Kurau Ajak Tunjukkan Komitmen-Kepedulian untuk Masyarakat

NU Care LazisNU Tanah Bumbu Bagi Ribuan Nasi Kotak Gratis di Jalanan

Aksi Bersih Bersih Dilakukan Satlantas Polres Batola

Ketua PNKS Minta Kapal Cantrang Yang Diamankan di Kotabaru di Proses Hukum

Geliat Ekonomi Baru di Kelua, KDKMP Desa Sungai Buluh Resmi Diluncurkan

TAGGED:Agus Maiyo Jabat Kepala OJK KalselAsisten Direktur Direktorat Inklusi Keuangan (DLIK) OJKBegini Cara Membersihkan Nama dari Daftar Hitam SLIK OJKBerikut 7 Pilihan Pindar Syariah Resmi OJKBerita OJKdan Aset Kripto (IAKD) OJKdan Dana Pensiun (PPDP) OJKDewan Komisioner OJKEdukasi Keuangan Bersama OJKOJK Kalsel
Share This Article
Facebook X Flipboard Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article Rudy Mas’ud Desak KKKS Tanam Sejuta Mangrove di Delta Mahakam
Next Article Wakil Wali Kota Ananda Wakil Wali Kota Ananda Ajak Pemuda Banjarmasin Terlibat Aktif Atasi Persoalan Kota

Latest News

DPRD Kapuas Kawal Pembahasan APBD 2027, Enam Fraksi Setujui Raperda Dibahas Lanjut
KALIMANTAN TENGAH Oktober 28, 2026
Lansia
Lansia Ditemukan Meninggal dengan Luka Bakar di Kebun Karet Bartim
KALIMANTAN TENGAH Oktober 28, 2026
Bantuan
Wagub Kalteng Salurkan KHBS Tahap II dan Bantuan Pangan di Lamandau
KALIMANTAN TENGAH Oktober 28, 2026
Kerugian Scam di Kalsel Tembus Rp111 Miliar, Sejauh Mana Efektivitas Pengawasan OJK?
KALIMANTAN SELATAN Oktober 28, 2026
plinko gamethorfortune casinothorfortunethorfortunechicken road game
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Follow US
© 2026 Lentera Kalimantan. All Rights Reserved. Designed by HCD
  • INFO REDAKSI
  • Contact Us
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Kode Etik
  • SOP WARTAWAN
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?