Lenterakalimantan.com, JAKARTA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai mendorong transformasi ekonomi dengan memperkuat sektor industri pengolahan. Langkah ini diarahkan untuk mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya alam mentah, terutama batu bara, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah.
Upaya tersebut disampaikan Gubernur Kaltim Dr H Rudy Mas’ud saat bertemu Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji di Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Dalam pertemuan itu, Rudy memaparkan sejumlah potensi industri yang dapat dikembangkan di Benua Etam. Selain mengoptimalkan sektor ekstraktif seperti batu bara dan minyak serta gas bumi (migas), Pemprov Kaltim juga membidik pengembangan industri non-ekstraktif yang bersumber dari perkebunan, perikanan, dan sektor potensial lainnya.
Rudy menilai, kekayaan sumber daya alam Kaltim harus memberikan manfaat ekonomi lebih besar bagi daerah. Salah satu caranya dengan membangun industri pengolahan agar komoditas tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah.
“Tadi kami sampaikan kepada Pak Menteri bahwa Kaltim memiliki potensi besar untuk pengembangan industri, baik ekstraktif maupun non-ekstraktif. Tentu kita berharap dukungan Pak Menteri untuk pengembangan industri masa depan,” kata Rudy usai pertemuan.
Menurutnya, peluang pengembangan industri hilir terbuka melalui pengolahan batu bara dan migas. Sementara sektor non-ekstraktif dapat dikembangkan melalui industri pengolahan karet, kopi, cokelat, kelapa sawit, hingga hasil perikanan.
Kaltim juga memiliki potensi perikanan laut dan tambak yang berorientasi ekspor, terutama udang dan berbagai jenis ikan. Pengembangan industri pengolahan di sektor tersebut diharapkan dapat memperluas nilai ekonomi komoditas sekaligus membuka peluang investasi dan lapangan kerja.
Rudy Mas’ud Sisir Jalur Pesisir Kaltim, Pantau Pembangunan Jalan hingga KEK Maloy
Dari sisi kawasan, Rudy menyebut Teluk Balikpapan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy sebagai wilayah potensial untuk pengembangan industri.
Ia juga menilai Balikpapan memiliki posisi strategis untuk mendukung aktivitas industri dan perdagangan. Dukungan lokasi serta infrastruktur menjadi modal untuk memperkuat konektivitas ekonomi Kaltim, termasuk dalam pengembangan kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Kabar baiknya, dalam waktu dekat Pak Menteri akan segera berkunjung ke Kaltim untuk melihat perkembangan industri kita,” ungkap Rudy.
Kunjungan tersebut diharapkan menjadi momentum untuk melihat langsung potensi kawasan industri sekaligus memperkuat dukungan pemerintah pusat terhadap rencana pengembangan industri di Kalimantan Timur.


