lenterakalimantan.com, BARABAI – Menyambut Hari Raya Idul Adha 1443 H, beragam umat Islam merayakannya dengan penuh suka cita, diantaranya ada yang melaksanakan Ibadah Haji, ada yang berkurban, adapula yang sekedar silaturahmi ke rumah- rumah keluarga.
Salah satu tradisi yang menarik di Desa Palajau, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) adalah tradisi Handil Kurban yang dijalankan oleh para ibu-ibu setempat. Dikatakan demikian, karena melalui tradisi itu masyarakat Desa Palajau bisa secara rutin melaksanakan penyembelihan hewan kurban.
Ketua Handil Kurban lingkungan Langgar Tinggi Assu’ada Palajau, Ahdiah Juami Minggu (10/7/2022) mengungkapkan, pihaknya pada perayaan Idul Adha tahun ini dapat kembali melaksanakan penyembelihan satu ekor sapi kurban melalui para anggota handil yang telah terpilih.
Lebih lanjut, pemilihannya pun dikatakannya melalui mekanisme bakuncang (kocok) secara acak pada pertemuan anggota handil kurban yang dilaksanakan secara rutin.
“Ada 42 anggota handil kurban di lingkungan Palajau Hilir ini, yang terpilih kena tahun ini ada 7 orang dengan menyembelih satu ekor sapi,” terangnya.
Kemudian, untuk pembayaran handil kurban itu pun terhitung secara total Rp 650 ribu per tahunnya dan bisa dicicil oleh para anggota hingga menjelang Hari Raya Idul Adha.
Sedangkan dalam pelaksanaan penyembelihan, seluruh warga Desa Palajau pun dilibatkan untuk gotong-royong membantu kelancaran pelaksanaan ibadah kurban itu.
Terpantau, puluhan warga pun berbagi tugas mulai dari menyembelih, mencacah, menimbang, membungkus, hingga membagikan daging kurban itu agar turut sama-sama bisa merasakan daging kurban.
“Daging sapi kurban kami paketkan dalam 143 bungkus dengan pembagian 70 bungkus anggota dan 73 bungkus jiran atau para tetangga lainnya dekat rumah,” jelasnya.
Untuk tujuh orang anggota yang terpilih kena kurban tahun ini meliputi Nawari bin Sukran, Siti Fatimah binti M Apip, Muhammad Fauzan, Gulamiah binti Otot, Untung Anugrah bin Syamsuk Qamar, Lini Nor Qamariah binti Nasruddin, dan Ahmad Abydzar Al hajj bin Abdul Hafiz.
“Mudahan dengan adanya handil kurban ini, wilayah kita dapat selalu melaksanakan ibadah qurban, serta gotong-royong keakraban masyarakat semakin kuat lagi kedepannya,” harapnya.
Sementara itu, Siti Fatimah, salah satu anggota yang terpilih handil kurban tahun ini mengaku, sangat bersyukur dengan adanya handil kurban tersebut. Menurutnya, manfaat yang paling dirasakannya adalah bisa melaksanakan kurban dengan handil gotong-royong, serta semakin mempererat tali persaudaraan masyarakat. “Alhamdulillah dengan adanya handil kurban ini dapat melaksanakan ibadah kurban dan menjadi media silaturahmi antar masyarakat yang penyembelihannya dilakukan secara gotong-royong,” tuturnya.


