lenterakalimantan.com, AMUNTAI -Tidak berselang lama menjabat PLT Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang dan Pertanahan (PUPR) Kab HSU kini Amos Silitonga, ST resmi menjabat sebagai Kepala Dinas PUPR Kab HSU baru-baru ini, al hasil keyakinan sebagian besar Kontraktor kecil menaruh harapan dan peluang besar kepada Amos Silitonga, ST untuk bisa membawa Instansi Dinas PU bersih dan rawan dari kecurangan yang berbau Korupsi.
Selama ini sebagian besar Kontraktor lokal banyak yang tidak mendapatkan pekerjaan, dimana hanya kontraktor besarlah yang kerap mendominasi proyek-proyek berskala kecil dibanding Kontraktor kelas bawah,
apalagi sejumlah Kontraktor besar yang diduga sudah mempunyai nama serta diduga royal terhadap SKPD maka akan sangat mudah mendapatkan pekerjaan, bahkan sebelum proyek itu ditentukan Kontraktor Besar yang dimaksud sudah mengetahui lebih dulu paket pekerjaannya.
Pasca KPK melakukan ott beberapa bulan yang lalu di Dinas PUPRT Kab HSU, sebagian besar Kontraktor yang berskala kecil berharap dan yakin kedepannya bahwa Di Dinas PUPR Kab HSU tidak ada lagi Kontraktor yang dianak emaskan semuanya sama untuk mendapatkan perlakuan,”sebagai Kontraktor kecil kami yakin dan berharap bahwa kontraktor lokal bisa mendapatkan pekerjaan kembali yang sesuai dengan aturan dan ketentuan,” beber salah satu Kontraktor lokal yang berinisial S pada Senin (21/02).
Menyikapi hal ini Kepala Dinas PUPR Kab HSU yang baru dilantik, Amos Silitonga, ST kepada awak media mengungkapkan saat ini pihaknya sering melakukan rapat untuk berbenah mempersiapkan segala sesuatunya, sehingga pola yang direncanakan bisa berjalan maksimal dan diharapkan tidak menimbulkan kesenjangan,” kita sudah jalan dan berbenah diri dengan mengadakan rapat bersama jajaran untuk membahas rencana dan persiapan yang lebih terukur dan terarah,” jelas Amos kepada awak media Senin (21/02).
Amos Silitonga, ST juga menjelaskan bahwa di tahun ini setiap pekerjaan ditargetkan sudah rampung atau selesai pada bulan September 2022. Untuk itu perlu adanya persiapan yang matang,” di bulan September 2022 ditargetkan tidak ada lagi proyek yang tidak selesai dan semuanya harus rampung dan benar-benar siap, juga semua Kontraktor bisa mendapatkan perlakuan yang sama tanpa tebang pilih dan tetap mengedepankan sebuah aturan,” tegas Amos.
Menurut Amos berbagai permasalahan yang muncul kita jadikan sebagai barometer dimasa sekarang dan akan datang. Amos juga tidak menampik bahwa sebelum dirinya memimpin Dinas PUPR Kab. HSU sebagian Kontraktor ada yang berasal dari luar bukan Kontraktor lokal.
Menurut Penelusuran Media bahwa Amos Silitonga, ST dulunya pernah menjabat sebagai Kabit Cipta Karya pada Dinas PU dan tidak berselang lama di atas kepimimpinan baru mantan orang nomor satu di Kab. HSU yakni Bupati Non Aktif H. Abdul Wahid, Amos Silitonga, ST harus pindah ke Instansi lain yang tidak sesuai dengan keahliannya dan diketahui belakangan bahwa orang-orang yang tidak bergeser pada posisi Dinas PU yakni sebagian orang yang diduga kuat royal terhadap mantan Bupati Non Aktif H. Abdul Wahid yang sekarang ini terseret kasus ott yang ditetapkan KPK sebagai tersangka kasus suap dan gratifikasi serta kasus tindak pidana pencucian uang belum lama tadi.


