lenterakalimantan.com, PELAIHARI – Pada event Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Selatan (Kalsel), sejak dulu hingga sekarang Kabupaten Tanah Laut (Tala) belum pernah menjadi tuan rumah.
Itu sebabnya banyak pihak di daerah ini yang menaruh harapan besar agar Tala menjadi tuan rumah event olahraga bergengsi se-Kalsel tersebut pada putaran berikutnya, yaitu 2025 mendatang.
Tahun ini (2022) Porprov ke-11 Kalsel digelar di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS).
“Pastinya bangga lah kalau daerah sendiri bisa jadi tuan rumah porprov. Yang nyata masyarakat tentu juga bakal merasakan manfaatnya karena kontingen yang datang pasti banyak berbelanja selama berada di Tala,” Ucap Yuliadi warga Pelaihari.
Menurutnya Tala sebagai daerah yang dikenal kaya sumber daya alam di Kalsel, ironi jika tak kunjung siap menjadi tuan rumah ajang olahraga empat tahunan tersebut.
Kalangan wakil rakyat di daerah ini pun memberi support penuh kepada pemerintah daerah setempat agar mengambil peluang sebagai tuan rumah porprov ke-12 tahun 2025 mendatang.
Ketua DPRD Tala Muslimin SE mengatakan pihaknya akan mendukung penganggaran untuk keperluan penyiapan sarana prasarana olahraga maupun prasarana penunjang lainnya. Karenanya, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait mesti segera menyusun perencanaan teknis terkait kebutuhan yang diperlukan.
Terutama untuk keperluan pembangunan Sport Center. Fasilitas ini mesti direncanakan secara komprehensif agar menjadi tempat bertanding yang representatif.
Pemilihan lokasi pun menjadi aspek yang sangat penting.
“Sport center itu harus dibangun di lokasi yang strategis, termasuk aksesibilitasnya,” Sebut Muslimin (17/4).
Dikatakannya, sport center juga merupakan simbol kebanggaan daerah sehingga mutlak dibangun sebaik mungkin. Mesti ditopang akses yang mudah dan nyaman serta area parkir yang luas.
Itu sebabnya, Muslimin mengatakan pihaknya tidak sependapat terhadap gagasan lokasi pembangunan sport center di Ruang Terbuka Hijau (RTH) H Hasan Basry di kawasan Jalan Gembira, Pelaihari.
“Selain statusnya RTH, itu lokasinya juga tidak layak untuk dibangun sport center karena akses jalannya sempit dan berada dekat pasar serta sekolah, Juga banyak rumah penduduk di sekitarnya,” Bebernya.
Selain itu berdasar tata ruang, di kawasan tersebut peruntukannya yakni untuk RTH dan mini olahraga. Karenanya tidak memungkinkan untuk dibangun sport center.


