Dampak Wabah PMK, Peternak di Paringin Takut Stok Sapi Jelang Idul Adha

Pemantauan di kandang ternak Sapi
Pemantauan di kandang ternak Sapi

lenterakalimantan.com, PARINGIN – Kalimantan Selatan menjadi salah satu daerah berstatus keadaan tertentu darurat Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pusat.

Hal itu tentu berdampak dengan peternak sapi di Kabupaten Balangan.

Bacaan Lainnya

Budi Sentosa salah satu peternak sapi asal Desa Bungin, Paringin Selatan tersebut tidak lagi menyiapkan banyak sapi untuk perayaan Idul Adha tahun ini.

“Masih tidak berani karena penyebaran virus ini masih terjadi dan setahu saya masih tidak ada obatnya,” katanya saat kepada media ini, Sabtu (2/7).

Lantas seperti apa kesehatan Sapi yang ada diternak sekarang ?

“Alhamdulilah di kandang saya sapi sehat sehat, ada Dokter hewan biasanya yang melakukan pengecekan kesehatan hewan, serta ada dari kepolisian yang biasanya juga rutin mengecek sapi disini,” ujarnya.

Dari pantauan di kandang ternak Sapi milik Budi, hanya ada sekitar enam sapi dari petani dan peternak yang ia rawat. Padahal kapasitas kandang bisa memuat sekitar 24 ekor.

“Untuk tahun kemarin kandang hampir penuh isinya, dengan harga sapi yang paling murah di antara 13 jutaan, kalau tahun ini harga termurah ada di angka 15 jutaan,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.