lenterakalimantan.com, KOTABARU – Polres Kotabaru telah melaksanakan Apel Gelar Pasukan dalam rangka Ops Kewilayahan Patuh Intan Tahun 2023.
Apel Gelar Pasukan dipimpin oleh Kapolres Kotabaru AKBP Dr. TRI SUHARTANTO.,S.H.,M.H.,M.Si hadiri Kasdim 1004 ,Palkasa Lanal , Kabag Ops Polres , Dishub , Para PJU polres Kotabaru.
Sedangkan amanat Kapolda Kalsel yang dibacakan oleh Kapolres Kotabaru antara lain
apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Kepolisian Kewilayahan dengan sandi “OPERASI PATUH INTAN – 2023” dengan tema “Patuh dan Tertib Berlalu Lintas Cermin Moralitas Bangsa” diselenggarakan secara serentak di seluruh jajaran Polda Se Indonesia hingga kesatuan kewilayahan setingkat Polres.
Apel gelar pasukan ini dilaksanakan sebagai bentuk pengecekan akhir kesiapan pelaksanaan operasi “Patuh – Tahun 2023”, baik pada aspek personel maupun sarana prasarana, serta keterlibatan unsur terkait seperti TNI, Pemda dan Mitra Kamtibmas lainnya.
Keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran Lalu Lintas di jalan raya, merupakan suatu hal yang harus kita jaga
dan kelola dengan baik yang mana hampir sebagian besar aktifitas masyarakat menggunakan prasarana jalan sebagai prasarana penting dalam kesehariannya,selain itu moda transportasi jalan juga merupakan kunci penting dalam tumbuhnya roda perekonomian suatu bangsa .
Dengan semakin meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap prasarana jalan, berbanding lurus dengan kompleksitas permasalahan tentang jalan antara lain seperti semakin banyaknya titik-titik kemacetan Lalu Lintas, tingginya angka pelanggaran dan kecelakaan yg mana hal ini mayoritas disebabkan oleh kelalaian masyarakat pengguna jalan itu sendiri, dikarenakan rendahnya tingkat kepatuhan dan kesadaran masyarakat terhadap Hukum Perundang-undangan terkait Lalu Lintas.
Polda Kalimantan Selatan akan mengerahkan sebanyak 498 personel untuk menyelenggarakan “OPERASI PATUH – 2023” yang akan dilaksanakan selama 14 hari, mulai dari tanggal 10 juli 2023 sampai dengan tanggal 23 Juli 2023, dengan mengedepankan kegiatan preemtif dan preventif disertai persuasif yang humanis guna meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas dengan tujuan menurunkan angka pelanggaran dan angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kualitas keselamatan dan terbangunnya budaya tertib berlalu lintas di jalan raya.


