lenterakalimantan.com, AMUNTAI – Dosen serta mahasiswa program studi pendidikan IPA Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin, melakukan kegiatan pengabdian masyarakat di SMP Negeri 4 Danau Panggang Hulu Sungai Utara.
Kegiatan pengabdian masyarakat (PKM) tersebut berisi kegiatan pendampingan guru di SMP Negeri 4 Danau Panggang, terkait bagaimana implementasi kurikulum merdeka belajar di sekolah.
Pengabdian ini dilaksanakan pada bulan Agustus 2023 dengan melibatkan tiga orang dosen yaitu Ratna Yulinda, M.Pd, Ellyna Hafizah, M.Pd dan Sauqina, M.A serta mahasiswa program studi pendidikan IPA.
Konsep pendidikan melalui Kurikulum Merdeka masih dianggap baru bagi sebagian besar sekolah, terutama yang belum memiliki guru penggerak atau belum mengikuti program Sekolah Penggerak yang merupakan inisiatif langsung dari Kementerian Pendidikan.
Kurikulum Merdeka sendiri merupakan upaya untuk memberikan kebebasan lebih kepada guru dalam merancang pembelajaran sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik siswa, dengan harapan dapat menciptakan proses pembelajaran yang lebih relevan dan menarik.
Namun, tantangan besar yang masih dihadapi adalah masih ada kelompok sekolah dan guru yang tidak mendapatkan sosialisasi dan bimbingan teknis secara maksimal dalam hal pemahaman dan pengetahuan implementasi kurikulum ini.

Akibatnya, masih besar kebutuhan atas sumber daya manusia yang mumpuni dalam mengaplikasikannya. Oleh karena itu, langkah-langkah lebih lanjut perlu diambil untuk memberikan pelatihan dan dukungan kepada para guru, agar Kurikulum Merdeka dapat menjadi sebuah perubahan yang berarti dalam dunia pendidikan di Indonesia.
Ratna melihat bahwa kondisi ini perlu diubah, selain dengan mengajarkan tentang mengimplementasi kurikulum merdeka di kampus pada program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan, beliau juga memilih untuk turun langsung ke lapangan demi menjangkau guru-guru yang telah bertugas di sekolah.
Sekolah yang dipilih yakni SMP Negeri 4 Danau Panggang, sekolah ini merupakan salah satu sekolah menengah pertama negeri yang ada di wilayah Kabupaten Hulu Sungai Utara. Kabupaten Hulu Sungai Utara merupakan salah satu kabupaten yang berada jauh dari ibukota provinsi, Selain itu sekolah ini berada di Kecamatan Danau Panggang yang berada jauh dari ibukota kabupaten.
Terlepas dari itu, daerah ini cukup terkenal dan ikonik dengan wisata khas alamnya, yakni kerbau rawa atau hadangan. Sekolah ini masih berada dekat dengan alam yang asri, lingkungan ini memberikan kesempatan bagi guru dan siswa untuk belajar langsung dari alam melalui eksplorasi lingkungan hidup yang ada di sekitar siswa.
Selaku ketua pelaksana kegiatan pengabdian ini, Ratna, mengatakan bahwa sesuai dengan arahan Implementasi Kurikulum Merdeka, maka pembelajaran haruslah didesain berdasarkan kebutuhan pendidikan di lapangan serta dan kekhasan lingkungan sekolah.
Oleh karena itu, aspek lingkungan khususnya lingkungan lahan basah di Hulu Sungai Utara, harus dimanfaatkan untuk pembelajaran yang langsung menghadapkan peserta didik pada kondisi ril di dunia nyata.
Alasan inilah yang mendorong tim untuk melakukan suatu pendampingan pelaksanaan pembelajaran berbasis proyek lahan basah untuk menunjang Kurikulum Merdeka di tingkat sekolah menengah pertama.
Ahmad Sauqi, S.Pd, selaku guru Pendidikan IPA di SMP Negeri 4 Danau Panggang menerima dengan tangan terbuka atas dilaksanakannya kegiatan ini.
“Kami sangat mengapresiasi dilaksanakannya kegiatan pengabdian ini. Kami mempelajari sejumlah strategi pembelajaran seperti membuat pupuk yang dibuat dari sampah organik dan tanaman lokal, serta pembuatan susu ferementasi yang bisa didapatkan dari ternak sekitar,” ungkapnya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Danau Panggang, Pipit Sriyatun, S.Pd, juga mengucapkan terima kasih kepada tim pengabdian dosen. Beliau berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan kedepannya,
“Akan lebih baik lagi jika kegiatan seperti ini bisa dilakukan dengan rutin dengan melibatkan guru pelajaran lainnya,” tandasnya.


