• Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
      • Banjarmasin
      • Banjarbaru
      • Barito Kuala
      • Kabupaten Banjar
      • Balangan
      • Hulu Sungai Selatan
      • Hulu Sungai Tengah
      • Hulu Sungai Utara
      • Kotabaru
      • Tabalong
      • Tanah Bumbu
      • Tanah Laut
      • Sukamara
      • Tapin
    • KALIMANTAN TENGAH
      • Palangka Raya
      • Pulang Pisau
      • Seruyan
      • Murung Raya
      • Kotawaringin Timur
      • Barito Selatan
      • Kotawaringin Barat
      • Katingan
      • Kapuas
      • Gunung Mas
      • Barito Utara
      • Barito Timur
    • KALIMANTAN TIMUR
      • Samarinda
      • Bontang
      • Balikpapan
      • Penajam Paser Utara
      • Paser
      • Mahakam Ulu
      • Kutai Timur
      • Kutai Kartanegara
      • Kutai Barat
      • Berau
    • KALIMANTAN BARAT
      • Sambas
      • Mempawah
      • Sanggau
      • Ketapang
      • Sintang
      • Kapuas Hulu
      • Bengkayang
      • Landak
      • Sekadau
      • Melawi
      • Kayong Utara
      • Kubu Raya
      • Pontianak
      • Singkawang
    • KALIMANTAN UTARA
      • Bulungan
      • Nunukan
      • Malinau
      • Tarakan
      • Tana Tidung
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Reading: Mengenal Sejarah KH Muhammad Husein, Kakek Mas’ud Bersaudara
Share
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Font ResizerAa
  • Berita
  • KALIMANTAN TENGAH
  • KALIMANTAN BARAT
  • KALIMANTAN TIMUR
  • KALIMANTAN UTARA
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Kesehatan
  • Opini
Search
  • Home
  • Berita
  • Daerah
    • KALIMANTAN SELATAN
    • KALIMANTAN TENGAH
    • KALIMANTAN TIMUR
    • KALIMANTAN BARAT
    • KALIMANTAN UTARA
  • Nasional
    • Internasional
  • Hukum & Peristiwa
  • Ekonomi
  • Politik
  • Olahraga
  • Wisata
  • Otomotif
  • Opini
  • Kesehatan
  • Mitra Lentera
Follow US
Copyright © 2024 Lentera Kalimantan By LIMBO. All Rights Reserved.
Home Mengenal Sejarah KH Muhammad Husein, Kakek Mas’ud Bersaudara
BeritaNasionalReligi

Mengenal Sejarah KH Muhammad Husein, Kakek Mas’ud Bersaudara

H. Muhammad Arsyad
H. Muhammad Arsyad
Share
6 Min Read
Puakkali Malunda memiliki nama asli KH. Muhammad Husain.
Puakkali Malunda memiliki nama asli KH. Muhammad Husain.
SHARE

lenterakalimantan.com, MAJENE – Puakkali Malunda memiliki nama asli KH. Muhammad Husain. Ayahnya dikenal dengan sapaan Puaq Bunga. Bapak Puaq Bunga berasal dari Malunda dan ibu dari Onang. Adapun ibunda Pukkali Malunda bernama Cindaraq yang disapa dengan nama Pueq Rakka, yang berasal dari Rantebulawan.

Perkawinan Puaq Bunga dengan Cindaraq menghasilkan empat orang anak yakni tiga perempuan, yaitu Laba, Tuing, dan satu lagi yang belum diketahui namanya, serta satu anak laki-laki, itulah Muhammad Husain atau Pukkali Malunda yang merupakan anak ketiga.

Sebelum menjabat qadi, Pukkali Malunda bukanlah namanya (Husain), tapi “I Balanda”. Itu disebabkan penampilan fisiknya tidak sebagaimana anak-anak Malunda pada umumnya. KH. Husain memiliki orang tua dari ras yang berbeda. Dengan kata lain, Husain memiliki kulit dan wajah yang putih bahkan konon bola matanya juga berbeda.

Fisik Pukkali Malunda yang istimewa tersebut pernah menimbulkan beberapa kasus unik. Ketika masih kanak-kanak, kala I Balanda ikut kerabatnya berlayar ke Makassar, ada kejadian ia diciumi (tampak seperti dijilati) oleh orang Arab pedagang kain bombai. Katanya, “Anak ini memiliki keistimewaan.” Jauh sebelum itu, ketika masih bayi, I Balanda pernah disembunyikan kucing.

Lain waktu, di Majene, I Balanda pernah diambil oleh penguasa Belanda, Tuan Petor. Soalnya, I Balanda disangka keturunan Belanda. Hal itu membuat orangtuanya panik. Dia datang ke kantor pemerintah Belanda untuk membuktikan bahwa I Balanda adalah anak lokal dan memohon agar dikembalikan. Saat I Balanda pulang, ia diberi bekal roti oleh orang Belanda asli.

Orang tua I Balanda memiliki pekerjaan sebagaimana masyarakat Malunda pada umumnya. Bapaknya bertani dan berkebun, sedangkan ibunya sebagai ibu rumah tangga yang juga penenun sutera. Sebab memiliki darah bangsawan, ibu Pukkali Malunda pernah hidup bersama Andi Depu (Raja Balanipa ke-50) di Kerajaan Mamuju. Di sana mereka sama-sama menenun.

Rutinitas Pukkali Malunda secara garis besar adalah berada di Masjid untuk shalat subuh. Selesai shalat dan sarapan, dengan berjalan kaki, Pukkali Malunda menuju kebun atau ladangnya. Pekerjaan membersihkan dan menanam dijalaninya sendiri, dibantu orang kampung. Menjelang tengah hari, Pukkali Malunda balik ke rumah untuk menjalankan ibadah shalat dhuhur di Masjid. Demikian juga waktu ashar.

Sore hari diisi dengan mengaji atau mempelajari kitab dan memberi makan ternaknya. Malamnya, di antara magrib dan isya, Pukkali Malunda bertausiah tentang ilmu agama di Masjid.
Pukkali Malunda memiliki banyak kitab. Suatu waktu ia ke pedalaman untuk menyebarkan agama Islam. Untuk membawa kitab perlu empat orang.

Ada kitab yang sangat berharga dimiliki Pukkali Malunda, yang konon di Sulawesi Selatan waktu itu hanya dimiliki tiga orang. Selain Pukkali Malunda adalah Syaikh Hasan dan Ambo Dalle. Begitu berharganya kitab tersebut, untuk bisa memilikinya Pukkali Malunda harus menjual 40 ekor ternaknya.

Pukkali Malunda juga biasa melakukan pelayaran untuk berdagang bersama kerabatnya. Ada perahu baqgo, bernama Kaneko, yang sering digunakan berlayar ke Makassar untuk menjual kopra. Pernah terjadi insiden, kala pelayaran ke Kalimantan Timur untuk mencari dana pembangunan masjid, perahu mengalami kerusakan. Mereka pun terseret arus ke arah utara untuk kemudian dilabuhkan di sekitar Ujung Lero (Pinrang, Pare-pare).

Sambil menunggu perahu diperbaiki, Pukkali Malunda tinggal beberapa saat di Ujung Lero. Menyadari ada Pukkali Malunda, masyarakat Ujung Lero mendatangi Pukkali Malunda meminta barakahnya. Saat datang, para peziarah itu kadang memasukkan uang ke tempat infaq. Ketika akan pulang, pengikut Pukkali Malunda melapor ke Pukkali bahwa terkumpul uang sekian juta rupiah.

Tapi oleh Pukkali Malunda, uang yang diambil sesuai yang dibutuhkan untuk pembangunan mesjid. Sebagian besar sisanya ditinggalkan, disumbangkan ke Masjid Lero.

Suatu waktu, Pukkali Malunda mengadakan pelayaran ke Kalimantan Timur. Juga ikut serta salah seorang cucunya. Di tengah laut, perahu bocor, mesin rusak karena terendam air.

Pukkali pun meminta awak perahu untuk menimba dan menutup mesin dengan karung. Ajaibnya, hanya timba beberapa kali air langsung surut di dalam lambung perahu dan mesin pun kembali aktif. Ketika tiba di tujuan, saat karung penutup mesin dibuka, tampak mesin yang sangat rusak, yang menurut akal tak mungkin bisa digunakan dalam pelayaran.

Usia lanjut tak menjalani kegiatan hidup Pukkali Malunda. Tetap bertani, jalan kaki jauh dijalaninya dan menjalani gaya hidup sehat, misalnya tidak merokok. Begitu sehat tubuhnya, penyakit usia lanjut, seperti pendengaran dan penglihatan berkurang tidak dialami. Gigi pun tak ompong.

Menyadari orangtuanya belum menunaikan salah satu rukun Islam, oleh anak Pukkali Malunda mendorong ayahnya untuk beribadah haji. Awalnya pihak pengelola haji seakan tak memberi ijin sebab umur yang sangat tua.

“Kalau memang saya akan wafat di sana, itu tidak apa-apa,” tanggap Pukkali Malunda. Singkat kata, kerabat Pukkali Malunda pun melengkapi proses pengurusan haji. Waktu itu, 1992, ongkos naik haji masih Rp 3,6 juta.

Sewaktu di Mekkah, Pukkali Malunda pernah terjatuh. Dia dibantu bangun oleh salah seorang jamaah yang juga berasal dari Mandar, yaitu H. Rahmat. Sejak kejadian itu, kondisi fisik Pukkali Malunda menurun. Kurang sepekan semenjak tiba di kampung halaman, di Malunda, di rumah kerabatnya Pukkali Malunda merasa dirinya akan dipanggil Allah SWT.

Menjelang wafat, Pukkali Malunda bertanya “Apakah semua anak dan keluarga dekatnya sudah berkumpul semua?”. Ketika semua sudah berkumpul, dengan takzim, dengan posisi tetap berbaring, Pukkali Malunda melakukan gerakan takbir, mendekapkan kedua tangan ke dadanya. Tak lama kemudian beliau wafat. Pukkali Malunda wafat setelah Isya, 27 Juni 1992 atau 28 Dzulhijjah. Keesokan harinya, Pukkali Malunda dimakamkan di depan Masjid Malunda.

Terpopuler

Pemkab Kotabaru
Pemkab Kotabaru Gandeng BSI Tingkatkan Pelayanan ASN dan Literasi Keuangan
KALIMANTAN SELATAN
Woow! Kopi Robusta Mangkara Dikembangkan di Tanah Laut
Berita
Hutan Galam Jadi Penambah Indahnya Panorama Alam Pantai JBG
Berita
Di Luar Areal Tambang, JBG Hijaukan DAS Tahura Seluas 3251 Hektar
Berita
Mehbob Menilai Kubu Muldoko Produksi Kebohongan Baru
Berita

You Might Also Like

Proses Pembangunan Tahap 3 RSUD Kelua Ditarget Rampung Desember 2024

CIMB Niaga Konsisten Berdayakan UMKM Indonesia Timur melalui Community Link #JadiBerkelanjutan Musim Ketiga

Rizal Jemaah Asal Depok Hadiri Haul Guru Zuhdi Ke-5

Wabup Banjar Hadiri Syukuran Bersama Kelompok Tani Unggul Jaya Makmur di Desa Sungkai Baru

Bang RaZa Bertemu Ratusan Relawan dari Kecamatan Panyipatan, Kurau dan Bumi Makmur

Tim Mabes Polri Pantau PEKPPP Polres Kotabaru

Sambut Iduladha, Kejari-Disdag Balangan Gelar Pasar Murah di Tengah Hujan

Jajaran Polsek Lampihong Bersama Ibu Bhayangkari Bagikan 300 Takjil

Komisi II DPRD Kalsel dorong Mitra Kerja Tekan Inflasi sama sama

Tim Nakes MTQN Ke-45 Tanah Laut, Berikan Layanan Home Care kepada Kafilah Setiap Hari

TAGGED:Kakek Mas'ud BersaudaraPuakkali MalundaSejarah KH Muhammad Husein
Share This Article
Facebook X Flipboard Whatsapp Whatsapp Telegram Copy Link Print
Previous Article DPRD dan Pemkab Barito Utara saat menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang rapat DPRD setempat. Foto: DPRD Barut DPRD dan Pemkab Barito Utara Gelar RDP Terkait Hasil Fasilitasi Dua Raperda
Next Article Akademisi Universitas Ahmad Yani Banjarmasin dan Disnakertrans Provinsi Kalsel Audensi Dengan Dewan Pengupahan Nasional Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia. Foto: Wayu Utami For LK-5W1H Akademisi Fakultas Hukum Uvaya Sambangi Dewan Pengupahan Nasional Kementerian Ketenagakerjaan RI

Latest News

Pemkot Banjarmasin
Pemkot Banjarmasin Perkuat SDM Digital Lewat Government Transformation Academy
KALIMANTAN SELATAN April 20, 2026
KLA
Pemkab Batola Targetkan Peningkatan Predikat KLA
KALIMANTAN SELATAN April 20, 2026
pengendalian inflasi
Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi, Gencarkan Pasar Murah hingga Pengawasan BBM
KALIMANTAN TENGAH April 20, 2026
nasrani
Gubernur Kalteng Perkuat Sinergi dengan Tokoh Nasrani untuk Dorong Pembangunan Berkelanjutan
KALIMANTAN TENGAH April 20, 2026
lenteraKalimantan.comlenteraKalimantan.com
Follow US
© 2026 Lentera Kalimantan. All Rights Reserved. Designed by HCD
  • INFO REDAKSI
  • Contact Us
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • Kode Etik
  • SOP WARTAWAN
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?