lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Japan International Cooperation Center (JICE) mengadakan program lanjutan dari pertukaran pemuda ke Jepang.
Pertukaran pemuda dilakukan melalui Indonesia-Japan Peace Building Exchange for Student University and Youth.
Analisa asal Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), Indonesia menjadi salah satu peserta yang mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Jepang lewat program tersebut.
Selanjutnya, Analisa memberikan pengetahuannya yang didapat ke mahasiswa Banjarmasin.
Tahap pertama diikuti oleh 28 Mahasiswa dari Program Studi Akuntansi dan Manajemen Universitas Sari Mulia Banjarmasin dengan menggunakan zoom (daring).
Penyampaian, kata Analisa tentang Program JENESYS selama di jepang, Budaya dan makanan serta pentingnya membangun perdamaian antar negara untuk generasi muda.
“Program ini merupakan tindak lanjut dari kegiatan pertukaran pemuda ke jepang yang telah saya ikuti awal tahun 2024,” ujar Analisa.
Kegiatan kedua juga telah dilaksanakan dengan mendatangkan 45 mahasiswa prodi Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) di Universitas Lambung Mangkurat (ULM).
“Pada kegiatan ini disampaikan juga mengenai program kegiatan JENESYS, Islam di Jepang dan pentingnya menjaga perdamaian antar negara untuk generasi muda,” ucapnya.
Kegiatan ini, lanjut dia menjadi sangat menarik dengan adanya game pengetahuan peserta mengenai jepang.
“Ingin lebih banyak lagi masyarakat yang mengetahui budaya, tradisi, makanan jepang yang sangat sehat serta megahnya negara maju yang terkanal dengan animenya,” tuturnya.
Salah satu peserta Agung menyampaikan sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan sangat termotivasi untuk bisa segara pergi ke jepang.
“Sekaligus buat berlibur ataupun melanjutkan studi,” pungkas mahasiswa Prodi komunikasi Fisip ULM ini.


