lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Warga Kota Banjarmasin mengeluhkan gas elpiji subsidi 3 kilogram langka atau sulit didapatkan di pangkalan maupun pengecer.
Jika pun ada harganya melambung tinggi di eceran, harga berkisar Rp 35 ribu hingga 45 ribu per tabung.
Imah salah satu ibu rumah tangga di Jalan Veteran Banjarmasin mengatakan, selain sulit didapat jika pun ada dijual di pangkalan cepat ludes dalam hitungan jam.
“Namun jika ada di eceran harganya mahal, Rp 35 ribu per tabung, itupun kalau ada,” katanya, Kamis (16/5/2024) siang.
Sementara, Fitiriani salah satu pemilik pangkalan elpiji 3 kilogram di Jalan Pramuka mengatakan, sebenarnya gas melon tersebut ada, namun distribusi dari pihak pertamina ke agen yang mengalami keterlambatan.
“Elpiji 3 kilogram ada saja, tapi dari pertamina yang agak lambat mengantarkan ke agen dan dari agen ke sini,” katanya.
Adapun terkait masalah harga, ia juga mengaku bahwa menjual dengan harga yang telah diatur pemerintah sesuai harga eceran tertinggi (HET).
“Kami tidak berani menjual dengan harga tinggi, harga eceran tertinggi di sini ialah Rp 18.500 segitu lah harga yang kami jual,” jelasnya.
Adapun stok elpiji 3 kilogram di tempatnya kosong karena apabila dari pihak agen datang mengantarkan maka langsung ludes tak bersisa.
“Tadi malam memang ada datang dan itupun langsung habis,” pungkasnya.


