Perkuat Keamanan Sektor Pangan, Pemko Banjarmasin-BPOM Gelar Pelatihan di Empat Kelurahan

Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berkolaborasi dengan Balai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) setempat, menggelar pelatihan kader keamanan Pangan Kelurahan, di Swissbell Hotel Borneo, Selasa (21/5/2024). Foto: Pemko Banjarmasin
Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berkolaborasi dengan Balai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) setempat, menggelar pelatihan kader keamanan Pangan Kelurahan, di Swissbell Hotel Borneo, Selasa (21/5/2024). Foto: Pemko Banjarmasin

lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Pemerintah Kota (Pemko) Banjarmasin berkolaborasi dengan Balai Badan Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) setempat, menggelar pelatihan kader keamanan Pangan Kelurahan, di Swissbell Hotel Borneo, Selasa (21/5/2024).

Pelatihan dibuka oleh Wakil Ketua TP PKK Kota Banjarmasin Hj Hardiyanti, turut hadir Kepala BPOM Banjarmasin Leonard Duma, Ketua Bidang I TP PKK Rusdiati, diikuti Lurah dan para penyuluh terkait yang ada di masing-masing kelurahan.

Bacaan Lainnya

Di mana pelatihan kali ini menyasar sejumlah kelurahan yang ada di Banjarmasin, yakni Kelurahan Sungai Bilu, Kelurahan Sungai Baru, Kelurahan Kuin Utara, serta Mantuil dan digelar selama 2 hari (21-22 Mei 2024).

Hardiyanti menyampaikan, pelatihan tersebut dirasa penting untuk diikuti oleh seluruh kader penyuluh. Terlebih, ujarnya ini merupakan salah satu bentuk penyelarasan 10 program pokok PKK.

“Tak hanya menambah pengetahuan bagi kader penyuluh masyarakat tetapi juga upaya kita meningkatkan kesadaran akan pentingnya pangan yang aman dan sehat, termasuk dalam aksinya (pengolahan), paling tidak dimulai dari lingkup keluarga,” kata Hardiyanti di sela-sela arahan.

Lebih lanjut, ia menginginkan para kader untuk belajar dengan sungguh-sungguh pada pelatihan tersebut, sehingga ilmu yang mereka serap itu bisa diaplikasikan langsung ketika berhadapan dengan masyarakat.

“Mereka dilatih, menimba ilmu wawasan tentang bagaimana pangan yang mereka buat dan hasilkan itu nanti tidak mengandung bahan pengawet seperti boraks dan semacamnya,” ungkapnya.

“Supaya setelah ini mereka tahu cara pengolahan yang sehat yang aman untuk dikonsumsi masyarakat,” tambahnya.

Dijelaskannya lagi, mereka yang telah menjalani pelatihan selama dua hari ini akan mendapatkan sertifikat dan resmi ditetapkan sebagai kader khusus.

“Kita harap mereka bisa membawa ilmu ini, lebih aware terhadap bahan pangan yang aman untuk dikonsumsi. Jangan asal olah, artinya jangan asal nyaman saja, tapi pastikan aman,” bebernya.

“Jadi setelah resmi jadi kader khusus, mereka bisa membawa (menyuluhkan) pengetahuan ini ke masyarakat,” tutup Hardiyanti.

Senada, Kepala BPOM Banjarmasin Leonard Duma mengatakan, ia ingin lewat pelatihan ini ada upaya intervensi kader pangan yang berbasis komunitas.

“Artinya kita memandirikan komunitas di kelurahan (masyarakat), di sekolah dan di pasar untuk memberi jaminan keamanan pangan di wilayahnya,” terangnya.

Lanjutnya, dari informasi terhimpun, UMKM Pangan di Kalimantan Selatan sendiri masuk dalam 10 besar se- Indonesia.

“Ini semata-mata demi kepentingan sektor pangan sebagai bagian dari peran penting komunitas salah satunya lewat pemberdayaan kader,” tekannya lagi.

Dia menegaskan, para kader yang tergabung dalam tim pengamanan pangan ini nantinya tetap akan didampingi oleh tim BPOM ketika bertugas di lapangan.

Tak lupa, ia turut memotivasi para penyuluh untuk mendorong keberadaan UMKM Pangan.

“Untuk itu, saya pesan kepada UMKM pangan kita yang misal beolah Wadai jangan jadikan itu pekerjaan sambilan (sampingan), tapi jadikan itu pekerjaan utama,” ucapnya.

“Artinya lakukan dengan sungguh-sungguh agar dapat mendorong lahirnya UMKM pangan lainnya,” pungkasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *