PT SBS Apresiasi Kapolri dan Polda Jambi

H Akhmad Junaidi SH MH
H Akhmad Junaidi SH MH

lenterakalimantan.com, BANJARMASIN – Akhmad Junaidi SH MH pengacara asal Kalimantan Selatan selaku kuasa hukum PT Sinar Bintang Samudera (SBS) sangat mengapresiasi Polda Jambi dan jajarannya dalam menjalan tugas penegakan hukum.

Khususnya jajaran Dit Krimum Polda Jambi yang menangani kasus pemalsuan surat dan penggelapan kapal tongkang hingga berhasil menahan pelakunya Koh Apex

Bacaan Lainnya

Ditangkap dan ditahannya tersangka Koh Apex menepis atau menyanggah ocehan Dinar Candy sang pujaan hati pelaku di media sosial, yang menyatakan kalau Koh Apex tidak akan mudah ditangkap.

“Saya selaku kuasa hukum PT SBS mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Kapolri dan Wakapolri khususnya Polda Jambi yang telah melakukan penegakkan hukum dan menjadikan Polri yang presisi. Artinya hukum itu berlaku untuk siapa saja yang memang melakukan kesalahan atau tindak pidana, tanpa pengecualian,”ucap Junaidi.

Lanjut Junaidi, terkait kasus dugaan pemalsuan surat dan penggelapan kapal tongkang ia serahkan kepada penyidik Polda Jambi yang menangani perkaranya.

“Dari kasus ini menjadi pelajaran bagi saya, bahwa manusia ini tidak ada yang hebat karena masih ada sang pencipta yang lebih kuat dan hebat,”ungkap Junaidi.

Terlapor Koh Apex diduga ditangkap di Jakarta oleh jajaran Mabes Polri bersama Polda Jambi yang mana penangkapan Koh Apex juga ramai di media sosial.

Video penangkapan Koh Apek beredar tertanggal 12 Juni 2024 sekitar pukul 21.30 WIB, informasi didapat bahwa Koh Apex ditangkap di salah satu aperteman di Jakarta kemudian di bawa ke Polda Jambi

Bahkan video penangkapan Koh Apex yang diunggah www.lambeturah.co.id melalui tiktok, diakhiri dengan ocehan Dinar Candy sang pujaan, yang menyatakan kalau Koh Apex itu ada beking orang kuat dan tidak akan bisa ditangkap.

“Coba aja bos kalian ngerjain Koh Apex, tidak akan tembus, karena kalian tidak tahu kan, siapa di belakangnya,”ocehan Dinar Candy.

Sekedar diketahui Junaidi SH MH melaporkan Koh Apek ke Polda Jambi atas dugaan penipuan dan penggelapan.

Akhmad Junaidi SH MH mewakili PT Sinar Bintang Samudera (SBS) perusahaan yang bergerak di bidang perkapalan, yang merasa tidak terima atas ulah relasi bisnisnya tersebut, yang diduga telah melakukan penipuan dan penggelapan kapal hingga merugikan perusahaan PT SBS puluhan miliar.

Dijelaskan Akhmad Junaidi SH MH, bahwa ada dua LP (laporan polisi) yang telah dia buat di Polda Jambi

“Kenapa saya membuat laporannya di Polda Jambi sesuai dengan lokus atau tempat kejadian, walaupun sebenarnya PT SBS ini milik pengusaha dan berkantor di Kalsel,”ujar Junaidi

Diutarakan Akhmad Junaidi SH MH kuasa hukum pelapor, kalau pihaknya dari perwakilan PT SBS secara resmi pada 17 April 2024 lalu melaporkan Koh Apek ke Polda Jambi dengan tuduhan dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan dokumen dan penggelapan dalam jabatan sebagaimana dalam Laporan Polisi (LP) No STTLP/95/IV/2024/SPKT/Polda Jambi.

Menurut Junaidi, kalau terlapor Koh Apek pada sekitar Januari 2022 telah diangkat PT SBS menjadi Kepala Cabang untuk mewakili pengelolaan kapal milik PT SBS untuk dioperasikan di wilayah Jambi.

Tapi dalam perjalanannya setelah diberikan hak atau kuasa untuk mengelola, kepercayaan tersebut disalah gunakan. Dengan mengalihkan kapal tersebut yang awalnya bernama, berinisial dan berlegalitas Sinar Bintang Samudera (SBS) diubah menjadi Felicia Bintang Samuder (FBS) atau nama tengah dan akhirnya sama dengan Sinar Bintang Samudera.

“Dan mungkin dugaan kami dengan pengalihan nama dokumen yang lain milik PT SBS juga telah dipalsukan. Kita sekarang masih mendalami,” ujar Junaidi seraya memperlihatkan surat
laporan No STTLP/96/IV/2024/SPKT/Polda Jambi.

Diutarakan, nama PT SBS sendiri dibuat pada tahun 2005. Sementara pengelolaan kapal yang dikelola pelapor sebanyak 10 buah tongkang. Dan diduga telah diganti namanya dari PT SBS menjadi FBS sekitar bulan September 2022.

“Yang jelas 4 buah tongkang milik PT SBS telah dirubah atau diganti menjadi milik PT FBS, sedangkan 6 buah masih dalam pencarian dan penyelidikan, total kerugian PT SBS sebesar Rp31 miliar,”ungkap Junaidi.

Selain melaporkan dugaan tindak pidana pemalsuan surat dan dokumen dan penggelapan dalam jabatan, PT SBS juga melaporkan Koh Apek dengan dugaan tindak pidana penipuan dan penggelapan. Laporan dengan No STTLP/96/IV/2024/SPKT/Polda Jambi, dengan kerugian Rp3,1 miliar.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *