Lenterakalimantan.com, RANTAU – Dinas Sosial Kabupaten Tapin menggelar pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang terintegrasi dengan Program Keluarga Harapan (PKH) untuk menangani masalah stunting di Desa Tangkawang, Kecamatan Bakarangan, pada Kamis (06/06/2024).
Acara ini dihadiri oleh PLT Kepala Dinas Sosial Tapin H Syafrudin SIP, Kepala Bidang Linjamsos Hj Isnaniah, perangkat desa, kader Posyandu, Kepala Desa, serta jajaran TP PKK dan instansi terkait lainnya.
Syafrudin SIP menjelaskan bahwa Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan melalui intervensi di bidang pendidikan dan kesehatan.
“Program ini sejalan dengan rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) tahun 2020-2024 yang fokus pada pencegahan dan penurunan angka stunting,” ujar Syafrudin.
Menurut data, Kabupaten Tapin pada tahun 2024 memiliki 135 desa/kelurahan yang menjadi prioritas dalam pencegahan dan penanganan stunting, berdasarkan Keputusan Bupati Tapin Nomor: 188.45/115/KUM/2023.
Sebagai bagian dari upaya ini, tim penggerak PKK Kabupaten bersama dengan Dinas Sosial Kabupaten Tapin memperkenalkan inovasi ‘Bagasing’ (Bersama Cegah Anak Stunting).
Program ini melibatkan pemberian telur sebanyak 60 butir per anak serta penyelenggaraan pertemuan P2K2 yang memberikan materi kesehatan dan gizi kepada keluarga penerima manfaat PKH dan kader Posyandu.
“Dengan pemberian nutrisi dan kegiatan P2K2, kami berharap dapat membantu pemenuhan gizi anak dan meningkatkan pengetahuan keluarga dalam menerapkan pola hidup sehat untuk mencegah dan menurunkan angka stunting,” jelas Syafrudin.
Acara dibuka secara resmi oleh H Syafrudin dengan mengucapkan Bismillah, menandai dimulainya pertemuan peningkatan kemampuan keluarga yang fokus pada pencegahan stunting, hasil kerjasama antara TP PKK Kabupaten Tapin dan Dinas Sosial Tapin.


