lenterakalimantan.com, RANTAU – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Tapin melalui Bidang Pengembangan Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menggelar pelatihan kemasan (packaging) bagi pelaku ekonomi kreatif. Acara ini berlangsung di Gedung Tri Guna Rantau, Kamis (4/7/2024).
Pelatihan dibuka oleh Kepala Disbudpar Tapin, H. Hamdan Roesyadie, M.Si., yang diwakili oleh Sekretaris Disbudpar, Hj. Siti Jubaidah, S.H. Narasumber yang dihadirkan adalah Ahmad Junaidi dari G Kraf Provinsi Kalsel, serta dihadiri oleh Rizali Hadi, S.Sos., Kabid Pengembangan Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, dan pelaku ekonomi kreatif dari sembilan kecamatan di Kabupaten Tapin.
Sekretaris Disbudpar Hj. Siti Jubaidah, S.H., menjelaskan bahwa ekonomi kreatif adalah salah satu penunjang pariwisata di Kabupaten Tapin, yang memiliki 17 subsektor termasuk kuliner, kriya, dan fashion. Di beberapa wilayah seperti Kecamatan Tapin Utara, Salam Babaris, Candi Laras Utara, Candi Laras Selatan, Tapin Selatan, Piani, dan Hatungun, terdapat berbagai usaha kreatif seperti kerajinan tangan, pengolahan pakasam, pengrajin Sasirangan, dan usaha kuliner rumahan.
“Dalam rangka mengembangkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif, terutama di subsektor kuliner, kriya, dan fashion, kami mengadakan pelatihan ini khusus untuk pelaku ekonomi kreatif/UMKM,” ujarnya kepada awak media.
Pelatihan ini dibagi menjadi dua sesi, yaitu sesi penjelasan dan sesi praktik dengan empat materi. Sesi penjelasan mencakup tiga materi: branding (logo), produk branding (mencitrakan produk), dan packaging (kemasan). Sesi praktik meliputi pembuatan contoh kemasan souvenir.
“Dengan adanya pelatihan ini, kami berharap dapat meningkatkan nilai tambah dan pemasaran produk ekonomi kreatif, sehingga dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Kabupaten Tapin,” tambahnya.
Rizali Hadi, S.Sos., Kabid Pengembangan Potensi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, menambahkan bahwa kegiatan ini berdasarkan UU No.24 tahun 2019 tentang ekonomi kreatif (Bab 1 pasal 1).
Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta dari sembilan kecamatan di Kabupaten Tapin yang bergerak di bidang kuliner, kriya, dan fashion.
“Kami berharap melalui kegiatan ini peserta dapat menambah pengetahuan dan keterampilan tentang proses pembuatan kemasan, serta mengetahui alat dan bahan yang digunakan sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan pemasaran produk ekonomi kreatif,” jelasnya.


