Sementara tingkat awareness atau kemampuan responden atau masyarakat untuk mengenali mengingat, dan mengidentifikasikan kedua paslon secara sadar disebut Top of mind Awareness mencakup persepsi positif pada kualitas kedua paslon tersebut.
Hasil Survei menunjukan pada tingkat recall test atau petunjuk sederhana untuk mengingat, hasilnya pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi mencapai persentase 78,8%, sementara pasangan Rudy Masud-Seno Aji mencapai persentase 77,9%.
Kemudian pada profile attitude di mana responden tinggal menjawab sesuai dengan apa yang mereka rasakan terhadap kedua paslon tersebut maka hasil survei menunjukan pasangan Rudy Masud-Seno Aji mencapai persentase 80,2 % dan pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi mencapai persentase 79,8%.
Pada tingkatan profile affinity analysis, responden diminta memberikan tingkat ketertarikan dan kesukaan mereka pada kedua paslon dan hasilnya menunjukan pasangan Rudy Masud-Seno Aji mencapai persentase 86,4 %, sementara pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi mencapai persentase 68,8%.
“Hasil Survei juga menunjukan bahwa sebanyak 78,2% menyatakan sudah mantap memilih jagoannya pada Provinsi Kalimantan Timur sementara sebanyak 12,6% menyatakan masih mungkin berubah dan 9,2% menyatakan tidak tahu atau tidak jawab,” jelas Togu.
Namun demikian, lanjut Togu, dalam survei ditemukan terjadi perbedaan yang cukup mencolok dalam tingkat kemantapan pilihan terhadap dua pasang calon gubernur dan wakil gubernur Kaltim.
Di mana sebanyak 83,8% pemilih mantap memilih pasangan calon Rudy Masud-Seno Aji kemudian pasangan calon Isran Noor-Hadi Mulyadi mantap dipilih oleh 52,8% responden.
“Dengan perbedaan tingkat elektabilitas yang cukup jauh di atas 20% antara Paslon Rudy Masud -Seno Aji dengan Paslon Petahana Isran Noor -Hadi Mulyadi, maka petahana berpotensi kalah. Ini menggambarkan juga preferensi politik masyarakat Kaltim yang ingin adanya kepemimpinan baru,” ujarnya.


